Saturday, January 3, 2009

2009

Tak terasa, ini tahun keenam aq di makazzar. wajar kalo ibu mulai protes aq belum sarjana. kemarin di pete-pete aq dengar radio "medica" ntah apa nama acaranya, tapi yang nyiar sibuk baca sms pendengarnya. emh...harapan mereka di 2009. ada yang berharap korupsi di Indonesia ga ada lagi, BBM akan turun, dan beberapa orang berharap demo mahasiswa yang berakhir chaos dengan polisi tak ada lagi. sebagian menyalahkan mahasiswa. hal serupa ada di kontak sms koran lokal.

iya...sejak 2004 isu BHP telah ada. Upaya penghancuran pendidikan. pemerintah seenaknya bisa lepas tangan kalo PTN jadi BHP. Ada orang-orang yang setuju dengan BHP, mungkin mereka kalangan elit, yang ga pusing masalah uang. buat yang tolak,tentu ada alasan.seperti aq yang ga' mampu. emang SPPku ga akan naik kalo UNHAS jadi BHP, tapi ada adik-adikku yang ga bisa kuliah lagi.

siapa yang salah kalo mahasiswa turun aksi hingga harus bentrok. (buat yang menyalahkan mahasiswa) pernah mikir ga' tujuan mereka aksi. Mahasiswa tetap pada tugas mereka. hal yang bodoh untuk turun ke jalan (aksi) kehujanan dan kepanasan, kalo ga ada yang membuat resah. kalo negara ini berjalan baik-baik saja, buat apa turun kejalan?

harusnya bertanya pada pemerintah, apa yang telah mereka perbuat hingga mahasiswa resah...(bukankah ada yang tidak beres)

di Tahun 2009 aku berharap BHP digagalkan, akan ada pendidikan gratis untuk semua.
aku berharap tak ada lagi yang sakit karena tak punya kartu Jamkesmas, dan tak mendapat pelayanan yang memanusiakan mereka.

Aku berharap esok Indonesia lebih baik...
Aku berharap semoga cepat dapat gelar "SKM"

Friday, December 26, 2008

kesehatan gratis

lama tak ke Kassi-kassi, walau nampak mendung rabu kemarin aku menemani seorang kawan berkunjung ke tempat itu. awal tahun depan putusan kasus Kassi-kassi akan keluar. ntah siapa pemenangnya, tapi itu akan membuktikan bagaimana keberpihakan pemerintah dan seberapa lemah proses peradilan di negeri ini.

masyarakat menyambut gembira, di pinggir jalan yang telah ditimbuni kami bercerita. seorang bapak bercerita tentang warga di kampung itu yang habis melewati persalinannya. katanya mereka diminta puskesmas membayar biaya persalinannya. 260ribu, jumlah yang tak sedikit buat keluarga itu. "suaminya hanya tukang becak"ujar bapak itu, aku tak sempat menanyakan namanya.

nada penyesalan telah memilih pada pemilu kemarin terdengar. "katanya kesehatan dan pendidikan gratis, tapi buktinya masih bayar"

Dalam pasal 34 pada ayat 1 menyatakan bahwa "fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara" dan pada ayat 3 "negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak". juga telah ada perda tentang JAMKESDA. aku juga tak mengerti kenapa pihak puskesmas harus meminta bayaran dari pasien, padahal tinggal mengajukan jumlah biaya ke pemda.

masyarakat miskin adalah masyarakat yang tak berpendidikan, sehingga seringkali harus dibodoh-bodohi oleh sistem yang ada. seingatku, puskesmas di wilayah makassar telah di gratiskan sejak beberapa tahun lalu. ntahlah kesalahan ini harus dilimpahkan kemana, masyarakat yang jadi korban atau oknum atau pada pemerintah???

lelah...

masuk di unhas katanya susah banget, tapi ternyata lebih susah keluarnya...
padahal biaya pendidikan semakin mahal. Kemarin RUU BHP telah disahkan,ntah apa landasan anggota Dewan yang (katanya)terhormat. aku tida habis pikir, gimana mungkin anggota dewan bisa membuat peraturan yang tumpang tindih.anak muda Indonesia mempunyai hak mendapatkan pendidikan yang layak, dan pemerintah yang harus menyediakannya, tapi pendidikan telah dikomersilkan.

sebulan lebih proposalku mendekam di file komputer,selalu saja ada masalah. komputer, print, hingga dana yang selalu minim. ahh...rasanya ingin istirahat dari segala aktifitas, pulang kampung dan terlelap dalam buaian bunda.

aku tau itu tak akan menyelesaikan masalah. tapi aku sangat lelah...

Thursday, December 4, 2008

BBM sejak awal desember dah turun, tapi siapapun tau itu ga' ada pengaruh apa-apanya buat rakyat miskin. harga barang-barang masih sama dan mungkin bertambah. harga solar dan minyak tanah juga masih sama.

malah BBM jadi langka, dan masyarakat semakin tersiksa.

penurunannya emang politis kok, menenangkan masyarakat...

Thursday, November 6, 2008

miskin bukan pilihan

"aku tak pernah memilih hidup miskin, bahkan selalu berharap hidup seadanya dengan keluarga yang bahagia.

apa aku pernah memilih untuk sakit dan terbaring lemah di rumah sakit?
aku tak tahan terbaring di rumah sakit besar namun tak seorangpun yang peduli padaku. dokter-dokter itu ada dimana, ketika aku kesakitan.

aku tak pernah memilih tinggal di kolong rumah kumuh dan hidup dengan bibit-bibit penyakit yang menyerang tubuhku.

aku tak pernah memilih kelaparan, hingga daya tahan tubuhku lemah dan pingsan ketika memungut kaleng minuman kalian, yang seenaknya membuang sisa makanan, tanpa berpikir betapa aku membutuhkannya.

aku tak memilih berhenti sekolah, hingga aku tak bisa baca tulis dan kalian seenaknya membodohiku.

aku tak pernah memilih hidup miskin, melainkan kemiskinan ini buatan kalian.
masa kecil yang harusnya untuk belajar, bermain, tertawa, harus kuhabiskan dengan tangan tengadah...

tapi aku bahagia,walau kalian menghinaku...
aku bahagia karena aku tak perlu merengek manja pada orang tuaku,untuk dibelikan sepatu dan baju baru."

ntah apa nama tulisannya, aku hanya belajar menempatkan diri seperti Fardi yang harus terbaring lemah di RS."De' aku tau kamu pasti kuat melawan penyakitmu"

Wednesday, October 29, 2008

Laskar Pelangi

"mungkin dah terlambat update-annya. tulisannya dah beberapa hari nongkrong di file komputer. ditulis karena jengkel setelah nonton laskar pelangi. akhirnya ada juga dana tambahan buat ke internet dan posting tulisan."

Salah satu hasil karya anak bangsa yang menggugah lebih dari sejuta masyarakat Indonesia. Bahkan SBY JK pun kembali menonton pemutaran film tersebut di bioskop bersama 13 menteri lainnya. Tak mau kalah dengan orang Nomor 1 negeri ini, pemegang kursi tertingi di UNHAS juga mengadakan nonton bareng dengan 1000 guru, 1000 mahasiswa, 1000 anak yatim piatu dan 1000 dosen. Selain itu Rektor UNHAS juga mencari sosok Lintang yang akan diberikan beasiswa. Hal tersebut juga menggugah hati Riri Riza dan Mira Lesmana sehingga rela ke Makassar untuk nonton bareng di salah satu Mall yang terletak di wilayah pendidikan Tamalanrea, dengan biayanya sendiri.
Namun apakah nonton gratis yang diberikan Rektor meningkatkan pamornya bahwa ia peduli pada rakyat miskin, seperti Lintang di Belitung ataupun Lintang yang ada di seantero Indonesia?
Tak jauh beda dengan para politikus yang sedang gencarnya menaikkan pamor, walaupun hal tersebut toh berbanding terbalik. Gugahan hati yang dibuat Rektorat tak membuatnya menggagalkan BHP, mungkin lupa atau pura-pura lupa bahwa UNHAS sekarang tak jauh beda dengan SD PN Timah yang biaya pendidikannya begitu mahal dengan fasilitas lengkap yang toh tak menjamin bagusnya mutu pendidikan. Tanpa fasilitas pun sekolah Muhammadiyah Gantong bisa meraih juara karnaval ataupun cerdas cermat.
Seharusnya pemegang kursi tertinggi di UNHAS tergugah jika pendidikan yang ada di UNHAS sekarang tak lagi berpihak pada Lintang. BHP adalah momok yang menakutkan dan membuat Lintang –Lintang lainnya tak dapat menikmati pendidikan dan meraih mimpinya.
Walaupun demikian siapapun tak akan mampu membunuh mimpi-mimpi kita. Pendidikan tak harus diperoleh dari bangku perkuliahan. Kualitas kita tak dilihat dari bagusnya IPK yang ada ataupun gelar sarjana yang akan diraih nanti. Kita hanya butuh Skill dan semangat…
Menonton Laskar Pelangi membuat sebagian besar penontonnya menitikkan air mata, padahal tanpa sadar disekeliling kita terdapat banyak Lintang yang tak bisa menikmati pendidikan. Pemulung yang masih sangat kecil, anak-anak usia sekolah yang menghabiskan waktunya di kampus menjual jalangkote’, manisan, semuanya adalah sosok lintang dalam keseharian kita. Laskar pelangi mengingatkan saya pada beberapa perjalanan . PBL Bantaeng, Survey di Bone ataupun baksos matteko, Kassi-kassi, katalassang, Takalar semuanya adalah potret buram ketidakadilan pemerintah kita.
Pemerintah yang harus pertama kali disalahkan, karena tak pernahnya berpihak pada rakyat kecil. Pemerintah tak lebih dari Kapitalis besar yang menjadi musuh buat aku, kita ,mereka, musuh buat Lintang, juga masyarakat Indonesia lainnya.

Friday, October 17, 2008

Air....

payah...dapat seember air aja susahnya minta ampun. cucian dah dua hari terendam di baskom, gimana mau nyuci kalo buat buang air kecil aja susahnya minta ampun.
semalam (kembali) nunggu air,tapi hasilnya nihil banget. bukan hanya aq ataupun teman-temanku di rumah yang ngeluh.

air adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat, bahkan lebih penting dari makanan. sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan. beberapa jam saja tak mendapat asupan air maka tubuh akan dehidrasi dan bisa mempengaruhi kestabilan tubuh kita. bukan hanya manusia, semua makhluk membutuhkan air untuk bisa bertahan hidup.

aq malas nulis, malas baca, malas keluar, malas beraktifitas karena ga ada air...

Tuesday, October 14, 2008

dah ngantuk banget, tapi hendra pengen ke warnet jadi tidrna di pending dulu. sebenarnya mau ngirim kronologis kasus penembakan di Takalar, tapi lupa alamat emailnya SMI. minta ulang alamatnya via sms tapi jaringan telkomsel bermasalah terus.
jadinya belajar buat FS n chatting ma teman.
DIEN