Monday, February 18, 2008

GERAM

14 februari dirayakan muda mudi terutama oleh mereka yang lagi kasmaran. pada hari itu warna pink menjadi warna pilihan, pedagang coklat dan bunga mendapat untung yang banyak.
tapi itu tidak berlaku buat sebagian anak muda yang tergabung dalama GERAM (Gerakan Rakyat Makassar) Tolak BHP. bagi mereka tak ada bunga ataupun coklat, juga tak ada acara makan di resto dengan suasana romantis. apalagi kesempatan untuk membeli kado buat kekasih mereka.
14 februari adalah hari dimana mereka harus turun ke jalan. Kembali menyuarakan aspirasi mereka menolak BHP. PEserta yang terdiri atas puluhan organ mulai dari mereka yang dianggap kiri hingga kanan. dari lembaga kultur hingga lembaga kemahasiswaan, serta lembaga masyarakat.
tak ada warna pink yang mendominasi, melainkan berbagai almamater beberapa universitas di makassar.
ada beberapa kesalahan yang media tampilkan pada pemberitaan mereka, terutama ricuh yang sempat terjadi.
aksi yang terjadi di rektorat sempat mengalami ketegangan, bahkan ada beberapa mahasiswa yang sempat kena pukulan tangan petugas keamanan hingga memicu emosi peserta aksi, namun sayangnya ricuh yang terjadi dan sempat disiarkan oleh beberapa televisi tidak menyebutkan sebab awalnya, sehingga merugikan mahasiswa, karena masyarakat kemudian berpikir negatif dan menganggap mahasiswa sebagai biang kerok.

"Negara yang membiayai pendidikannya niscaya akan menjadi negara yang maju, sebliknya negara yang enggan membiayai pendidikannya pasti akan bangkrut"
itu beberapa kalimat yang tertulis pada selebaran yang sempat dibagikan peserta aksi. RUU BHP hingga hari ini belum bisa di sahkan, karena memang ada beberapa pasal yang saling bertentangan.

pendidikan adalah hak kita semua, dan pemerintah mempunyai kewajiban membiayai pendidikan kita. kondisi bangsa hingga hari ini terus terpuruk, salah satu penyebabnya adalah kurangnya SDM yang memiliki keahlian, masyarakat kita lebih banyak yang menjadi TKW daripada menjadi ilmuwan ataupun tenaga ahli. jadilah SDA yang melimpah harus dikelola pihak asing.

mari bersama-sama wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis untuk kesejahteraan rakyat.

terus melawan dan TAP SMANGAT...

Monday, February 11, 2008

09Februari2008

dah telat...tapi ga pa-palah...

ahh...usia 13 yang tak lagi kanak-kanak.
angka 13 adalah angka yang dianggap sial bagi sebagian orang.Namun angka ini harus dilalui, lagipula qta tak perlu takut pada mitos.
UKPM telah menginjak usia remaja.Seperti seorang manusia, sekarang qta masuk bangku SMP, dan harus semakin nakal yang tak bisa di intervensi oleh siapapun, termasuk orang tua.

setiap langkah dan gerak kita selalu berjalan tanpa paksaan. Qta merdeka menentukan segalanya. Bebas berteriak lantang menyuarakan ketidakadilan.

setiap zaman mempunyai warna tersendiri.Setaon kedepan akan tertoreh warna baru yang menghiasi rumah pelangi qta. warna yang kan slalu ada dan tak pernah pudar.

Bang Che masih setia disana. berbagi spirit pada segenap UKPMers. Rumah pelangi adalah rumah persinggahan namun ia telah mengakar kuat, sehingga qta selalu berbalik kembali untuk menyapanya, walau sekedar berdiri di depam pintu da bertanya "bagaimana kabar kalian"

Rumah Pelangi bukan rumah yang bersih, mewah dan tenang untuk ditenmpati.rumah itu rumah paling ribut, sederhana. disana tak akan kau temukan makanan enak ala resto. hanya ada segelas teh yang menemani diskusi qta.
Tapi bagaimanapun kotornya, ributnya, ketika pernah menginjakkan kaki disana, aku yakin suatu hari akan kembali dan membuka pintunya untuk duduk diatas tikar plastik dan bercerita tentang romantisme rumah itu.

Rumah pelangi, rumah penuh warna karena setiap orang akan mengukirkan warnanya sendiri, tanpa qta perlu takut tak mampu menyamai warna lainnya.

SELAMAT ULANG TAHUN UKPMers
SELAMAT ULANG TAHUN RUMAH PELANGI...
SELAMAT ULANG TAHUN SEMUANYA...

TAP SEMANGAT...

Monday, February 4, 2008

ahhh....senangnya

akhirnya tulisanku bisa terposting. kemarin udah seharian nulis depan komputer sampe, seluruh saldoku habis, pas mw posting, jaringannya bermasalah. jadi pengen nangis soalnya aku ngga punya salinan tulisannya.
kemarin aku kehujanan waktu pulang. BTP ikutan kena banjir. kaya'nya semua titik terendah di makassar udah dapat jatah banjir. kemarin teman aku janji mw datang kerumah. qt mw buat bingkai dari koran, tapi ga jadi. janjinya sih dipenuhi, ia datang sorenya ama dua orang temannya dengan seragam lapangan yang basah. katanya abis evakuasi korban banjir dekat SMU 6.
tadi pagi aku dengar keluhan yuniorku kalo ia gi binngung mw amankan komputernya dimana, karena rumahnya kebanjiran juga.

lama banget baru nulis lagi disini. aku pengen jadi cahaya buat semua orang (padahal yang ada ngerepotin terus) jadi aku boleh nangis, ga boleh sedih, harus senyum dan TAP SEMANGAT...

coba-coba

hidup ini indah...
sayang kadang kita ga' menyadarinya dan menganggap diri kita paling menderita di dunia ini. padahal di luar sana banyak yang lebih menderita dari kita. melihat kebawah jauh lebih baik daripada terus mendongak ke atas (bikin leher sakit aja, hehehe)...

Saturday, January 12, 2008

kangen...

beberapa hari ini aku sering memimpikan etta dan saudara-saudaraku. kemarin aku sadar umurku terus bertambah, aku bukan lagi mahasiswa baru yang ketakutan karena berhadapan dengan seniornya. sekarang teman-temanku sebagian besar telah jadi sarjana. aku masih sering menganggap diriku sebagai adik kecil yang sangat manja.
akhir-akhir ini aku selalu mengingat etta, kemarin aku mendapat pelajaran baru, sangat berharga. aku belajar gimana etta dan saudara-saudaraku mencintaiku dengan tulus, mereka selalu ada di dekatku. etta yang tak pernah mengeluh karena aku tak mau makan tanpa ditemaninya...
kemarin aku mengunjungi makam ayahku. sejak kelas 5 SD ayah telah meninggalkanku. tanpa pamit padaku, dan aku belum mengerti arti kehilangan. mungkin karena aku jarang bersama ayah, sehingga aku mampu menahan tangisku saat itu. tapi kemarin aku menumpahkan tangis di makamnya. sedih melihat etta yang semakin tua dan terus bekerja untuk adik-adikku, sedih karena orang-orang terus menghina kemiskinan kami, sedih karena orang tak berhenti melecehkan kami.
sewaktu kakakku menikah, keluarganya bercerita dengan nada yang sangat pedas, hingga etta harus menangis seharian karena tak mampu menahan sakit hatinya. "katanya kakakku tak bisa sukses karena semua pendapatannya habis untuk membiayai kuliahku" katanya kalau kakakku menikah, suaminya tak akan mau tinggal di rumah karena mempunyai banyak tanggungan.
kemarin malam aku menangis sendirian, ntah mau bercerita pada siapa. aku tak ingin mengeluh pada teman-temanku. mereka telah banyak membantuku, hingga aku mampu bertahan empat tahun lebih di makassar. aku harus semangat untuk tetap melanjutkan perjalananku, ntah dengan berlari, berjalan atau merangkak sekalipun.
teman-temanku telah banyak yang pergi. abang yang telah kembali ke palu, abang yang selalu memberiku semangat, mendengarkanku bercerita mulai masalah kuliah hingga tentang cowok.
aku kangen semuanya, tinggal di PKM karena aku tak bisa membayar sewa pondokan seperti yang lain, makan sepiring nasi beramai-ramai hingga ke pesta dengan kaos oblong.

Wednesday, January 2, 2008

TAP SEMANGAT...
tersenyum dan tertawalah hari ini,
berpikir esok kan lebih baik.

Friday, November 16, 2007

jadi pekerja

setelah menyelesaikan survai kemarin...aku kembali nyari kerja. gimana ngga kebutuhan semakin meningkat sementara kiriman takkan mungkin aku harap bisa ada untukku. malah dengan kondisi etta yang semakin tua, seharusnya aku telah mengambil alih tanggung jawabnya. tak cukup sebulan akhirnya aku dapat ajakan kerja. kali ini di rental komputer milik seorang teman. aku makasih banget bisa mendapat kerjaan itu.
dibandingkan survai kemarin sekarang aku seperti kerja kantoran , datang pagi-pagi dan terus duduk di depam komputer hingga sore mulai beranjak. hingga malam aku kadangkala masih disana, menunggu orang-orang yang berbaik hati menggunakan jasa pengetikan itu.

aku ga boleh ngeluh, walau aku masih sering membandingkannya dengan survcai dan kegiatanku yang lain. aku jadi kepikiran aku salah satu manusia yang ngga mampu bekerja di belakang meja.

Thursday, November 15, 2007

15 November 2007

pengumuman KPU tentang siapa pemenang PILKADA SulSel hari ini akhirnya diumumkan...
masyarakat sedang menunggu realisasi janji-janji kampanye kemarin. sekian pertanyaan berusaha ditimbulkan apa hasilnya akan sesuai harapan masyarakat atau sekedar omong kosong belaka...

...

adakalanya kita merasa ditinggalkan dan sendiri...

Sunday, November 11, 2007

bingung....

kamarin hujan deras menyambut kedatanganku di Makassar. sekarang lagi musim hujan. sampai pakaian tidak kering-kering selama beberapa hari. ehm...dua hari di sengkang, kedatangan yang membuat semua orang kaget, padahal sebelumnya aku udah bilang ngga mau pulang saat ini, ntar aja kalo udah mo lebaran idul adha.
kata etta di telpon keluargaku besok akan berkumpul di rumah. ada acara lamaran.
iya kakakku mo nikah. mereka tak saling mengenal. cwok itu hanya melihat kakak berdiri di depan jendela, itupun hanya beberapa saat.
jodoh kadangkala tak kita sangka. mungkin saja bertahun-tahun dekat dengan seseorang namun tak bisa bersama dalam ikatan suci itu.
walaupun lagi kere, tapi aku bela-belain pulang sekalian berbagi cerita dengan etta.

Sunday, November 4, 2007

hanya mimpi

jadi teringat lagu chrisye...
"kisah sedih di hari minggu..."
ehm...ketika kita berani memulai sesuatu, maka kitapun harus berani ketika tiba waktunya untuk berakhir. apa kita siap...setiap orang takut kehilangan, takut di tinggalkan...

Saturday, October 27, 2007

28 Oktober 07

minggu yang cukup cerah...aku beranjak dari selimut dan bergegas membuka pintu rumahku. matahari belum terlalu tinggi. aku harus bergegas ke kampus, radio akan diperbaiki hari ini. ALHAMDULILLAH...aku akan memiliki kerjaan. bosan juga kaya' gini, kuliah cuma senin ama jum'at. nah kalo CAKA bisa on air kembali aku bisa kembali nyiar kaya' dulu. terserah mo ngomong apa. marah-marah, curhat, sampe nagis juga ga masalah.
ehmm...ada beberapa agenda hari ini, pastilah Niar dan kawan-kawan telah menunggu di rumah pelangi.
"maaf ya...karena kusempatkan melihat emailku sebelum ke PKM, siapa au ada pesan masuk. aku hanya tau hari ini ada Tudang Sipulung di Gedung IPTEKS oleh KOMUNE RUMAH PELANGI, selain itu ntar malam juga ada Halal Bi Halal KEMAWA. orang-orang Wajo berkumpul di Graha Pena Fajar, sebuah kegiatan rutin tiap tahunnya. paling ga' aku bisa ketemu dengan teman-temanku. pasti rame banget...
aku ingat pada tanggal ini diperingat HARI SUMPAH PEMUDA, apakah semangat itu masih ada...???semoga saja peringatan itu bukan hanya ritual tahunan yang tak bermakna apa-apa.
"BANGKITLAH WAHAI PEMUDA...ARAH BANGSA INI ADA DI TANGANMU, TAK PERLU TAKUT ATAU MENGELUH KARENA PERJUANGAN ITU MASIH PANJANG.hidup kita tak berada di tangan orang-orang dulu, tapi ada di tangan kita sendiri.
LAWAN...LAWAN...dan MENANG...

Monday, October 15, 2007

malam 1 Syawal

ga' terasa ramadhan telah berlalu.Syawal telah bertandang ke rumah kita.Bulan yang selalu dinantikan Umat Muslim. Lorong rumahku tak seperti malam Takbiran tahun lalu. jam 22.00 seorang tetangga berteriak "Handung" demikian panggilannya tertikam di jalan Veteran.Sebagian berlarian ke rumah korban, selang beberapa menit kembali ada teriakan ia telah meninggal.Besok lebaran, suasana jadi penuh duka. sejam kemudian sirene ambulance terdengar nyaring. aku melangkah ke teras. adik, etta dan kakakku bersama tetangga lainnya berlari mendekati ambulance.rumahnya tak lebih 50 meter dari rumahku. kendaraan mulai memadati lorong rumahku, semua orang ingin melihat jenasahnya secara langsung. Malam yang harusnya di sambut gembira kian mencekam, suara tangis yang menyayat terdengar. aku gemetaran sendiri di rumah. ajal bisa datang kapan saja.Walau ga' sempat lihat jenasahnya secara langsung aku bisa membayangkan gimana kawali (badik) menusuk punggungnya hingga menembus tulang rusuknya. lukanya tak terlalu parah tapi hingga ia dimandikan darah tetap saja mengucur hingga air berubah warna.
mungkin Tuhan hendak mengingatkan kita, mengingatkan setiap orang yang melewati hari itu sebagai ajang hura-hura.
esok hari lebaran. aku hanya berdua dengan etta di rumah, kedua adikku nginap di rumah kakak. seperti biasa tiap lebaran. dingin mulai terasa hingga beberapa lembar sarung harus aku pakai menutupi tubuhku. ibu telah terlelap, sementara aku kian gelisah.
setiap orang akan meninggal, tapi apa aku siap ketika ajal juga menjemputku nanti...

Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar...
gema takbir mulai berkumandang. masyarakat berbondong-bondong ke mesjid.setiap orang menggunakan pakaian terbaru yang mereka miliki. hari dimana kita mensucikan diri. hari kemenangan yang terus dinanti.aku bersimpuh di pangkuan etta memohon maaf atas segala khilaf dan dosa yang tak terhitung.
TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM
MOHON MAAF LAHIR BATIN

Sunday, October 7, 2007

Insomnia

3 hari ga bisa tidur...ampun...
kepala dah sakit banget. 2 hari yang lalu sedikitpun mataku tak pernah terpejam hingga pagi kembali mengajak bersua.ada bagusnya juga sih aku berhasil membaca sebuah buku yang udah beberapa bulan tak bisa kuselesaikan. wacana feminis masih tetap menarik buatku. jadi ingat dua bulan terakhir ini tak banyak yang aku lakukan buat komunitas yang aku bangun dengan fitri. mungkin selesai lebaran nanti semuanya bisa berjalan kembali.
kemarin di penelitian aku diingatkan kalo kerja akan semakin membuat aku malas kuliah. ada benarnya juga, menikmati gaji sendiri membuat kita lebih merasa nyaman dengan itu.
aku jadi kepikiran ikut penelitian lagi. hasilnya baik, selain bisa buat hidup aku banyak mendapat pelajaran baru...
kemarin sore ada beberapa undangan diskusi dan buka puasa. aku tak datang, kepalaku sangat berat setelah berusaha memejamkan mata namun sedikitpun tak memberi hasil apa-apa. aku tak jadi ke acara buka puasanya ana' Belawa, juga ke diskusinya GEMA. aku tak mau hadir dengan kondisi yang tak segar.
semalam aku tetap tak bisa tidur, walau kemarin aku telah menenangkan diri di pantai, mendengar debur ombak dan indahnya sunset Tanjung Bayang. tapi semua tak berguna...
ahh...

Tuesday, October 2, 2007

Setelah Keliling Bone

41 hari telah usai...kalo aku mengingat gimana pertamakali memelai perjalananku akhir agustus kemarin.aku berpikir akan lama menghitung hari-hari di bone. aku harus meninggalkan kuliahku untuk waktu yang lama. ntah gimana hasilnya nanti aku tidak tahu. mungkin aku masih harus bertahan lama di kampus UNHAS.hari ini survainya telah selesai, aku bisa menghirup kembali hawa makassar. panggilan pulang kampung telah lama ada...tapi masih harus tertunda beberapa hari.
ada banyak pengalaman yang aku temukan disana. setiap desa yang aku datangi memiliki cerita tersendiri yang telah mengajari aku banyak hal. berbagasi sifat manusia kutemukan berbeda, bukankah setiap orang memang berbeda...dan harus kita terima. masalahnya muncul kalo kita tidak bisa memahami orang lain dan menuntut mereka untuk bisa mengerti kita.
ahhh...
kemarin UKPM LPJ triwulan kedua, aku tidak bisa tinggal sampai selesai...ga enak juga, tapi ada banyak kerjaan yang harus aku selesaikan. buka puasanya rame banget. lama ga ngumpul sama mereka...
sayang banget seorang sahabatku telah kembali ke kampungnya di Jawa tengah tanpa sempat bertemu. sedih...bukankah setiap pertemuan emang harus diakhiri dengan perpisahan. seperti desa terakhir yang aku datangi, kehidupan masyarakat yang sederhana membuatku ingin terus berada di tempat itu, tapi aku hanya singgah...

Wednesday, September 12, 2007

01 ramadhan 1428H

Taon kedua aku melewatkan puasa pertama di ukpm. bahagia bisa berkumpul lagi dengan penghuni RUMAH PELANGI, walau rasa bersalah tetap ada karena aku tak bisa melewatinya bersama keluargaku.
Ketika umat muslim lainnya beranjak ke mesjid, menunaikan tarwih mereka yang pertama, aku, dhean, panji dan alan makah ke MP jalan-jalan. taon lalu aku juga ke tempat ini, keliling gramedia sampai lelah dan lapar menyatu. masih ramai seperti hari-hari biasa. bahkan mungkin hari ini omset penjualan setiap pusat perbelanjaan jadi mengingkat.
Puasa yang esensinya mengajarkan kita untuk merasakan derita saudara kita yang tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya malah terbalik. pola konsumsi pada bulan ramadhan meningkat drastis terutama awal puasa dan menjelang lebaran.
ahhh...andai uang belanja berlebih itu disisihkan untuk orang-orang yang tak mampu dan selalu merasakan puasa setiap harinya.

Monday, August 6, 2007

Pengumuman SPMB

2 agustus 2007
aku nginap di pers hari ini. penumuman SPMB keluar hari ini. resminya besok 3 agustus 2007. tadi beberapa temanku telah sms menitip no. ujian ade'nya. pasti mereka berdebar-debar menantikan pengumuman itu. kuliah di universitas negeri selalu menjadi dambaan tiap orang. gelar negeri yang disandangnya membuat setiap orang ingin masuk dan merasakan kuliah di tempat yang katanya keren itu.
jam 20.00 pengumuman sudah bisa di akses di internet. ada dhean yang sedang mencari pengumuman katanya ia berada di K-10, salah satu warnet yang berada di depan pintu 1 UNHAS. HP berdering, sebuah pesan masuk. ia memberi no. ujian yang lolos. hanya ada 2 orang yang lulus, dua lebihnya tak di temukan no.x. aku senang sekaligus bersedih, membayangkan ade' temanku bersedih karena ngga berhasil kuliah di universitas negeri. sebenarnya bukan sebuah masalah kita kuliah dimana, toh tak lama lagi universitas negeri akan jadi Badan Hukum. tak jauh beda kan dengan swasta!!!
iya...bulan ini RUU BHP akan di sahkan, padahal kalau mau dibedah RUU tersebut, terdapat beberapa cela yang tak beres. KAMU ANTI BHP semoga masih eksis sampai hari ini. jangan sampai PMB masih menjadi bahan perdebatan yang tak usai.
aku keluar mencari koran di pintu 1 ditemani kak ali. korannya habis, sisa kopian yang harganya mahal banget. 20 ribu untuk beberapa lembar kopian yang seharusnya hanya 2000an. gila juga mereka merengguk keuntungan. ini sih dahj berlebihan. pintu 1 sangat ramai. beberapa orang mencari pinjaman koran ntah karena alasan apa. beberapa teman dari ukpm juga sibuk mondar mandir. seseorang bertanya "dek ...lulus di mana???" sesungging senyum untuknya. "FKM". aku emang masih tampak muda,he...he...he. aku kemabli ke ukpm setelah meminta dhean membawakan koran untukku.
masih ada panji yang gelisah menantikan pengumuman itu. no yang diberikan ke dhean salah, sementara dhean telah keluar dari warnet. "sabar ya...jie"
01.00 dini hari ada Mina yang datang memabwakan koran kopian, kali ini kita tak perlu membelinya dengan harga tinggi, cukup mengganti uang kopiannya. "makasih ya...mina"
kami mencari nama PANJI juga NENI. wajah jie sangat bahagia ketika ia menemukan namanya di koran pengumuman tersebut. kami berteriak gembira. tak lama nama Neni juga di temukan. anak itu pasti bahagia setelah kesedihannya kemarin karena tak lulus UAS.

di sisi lain, aku tau banyak orang yang bersedih hari ini, bagus kalau ini tak menghilangkan semangatnya untuk mencari tempat lain yang lebih baik. setiap orang punya rezeki yang berbeda, mungkin di tempat lain, orang-orang yang ngga lulus SPMB hari ini akan mendapatkan yang terbaik

ga perlu berkecil hati, karena itu hanya riak kecil yang bisa dilewati
TAP SEMANGAT buat ade'ku anti yang masih sibuk mencari alternatif lain

Sunday, July 29, 2007

jengkel.........

berita banjir dan longsor menghiasi berita-berita beberapa hari ini. banyak korban yang berjatuhan, bukan hanya di sulsel tapi juga daerah lain. aku malas dan bergerak menekan tombol off TV. teman-temanku keheranan, aku yang biasanya suka nonton TV pagi2, jadi malas ngga karuan.
aku jengkel banget....ma siapa lagi kalo bukan pada pemerintah. gimana ngga, dulu hanya daerah-daerah tertentu yang rawan banjir, taruhlah makassar, jakarta, juga kampung ku sendiri. sekarang...sidrap yang dulu aku ngga pernah dengar ada banjir, kemarin juga kena kiriman banjir, begitu juga di siwa dan beberapa daerah lainnya.
berbicara makassar CAKA lagi buat catatan khusus yang temanya ngga jauh beda, hanya kita melihatnya dari banyaknya pembangunan yang dilakukan pemerintah dan ngga memperhatikan dampak lingkungannya. gedung-gedung tingkat tinggi terus bertambah, mall semakin banyak. hingga tamalanrea yang area pendidikan pun mulai dijadikan lahan bisnis. ngga tau gimana nantinya kalo area pendidikan dekat dengan pusat perbelanjaan. mahasiswa kaya'nya akan lebih banyak milih mall kebanding kuliah.
tau deh...aku kok makin hari makin jengkel ama pemerintah...

Thursday, July 26, 2007

(tunggu) banjir lagi...

25 juli 2007
aku sangat senang ketika pulang ke sengkang, banjir yang melanda kampungku mulai surut. halaman rumah mulai mengering. telah dua hari bunda dan adekku memulai kerjaannya menenung helai demi helai benang menjadi sarung yang indah. sebulan lebih mereka tak bekerja, hidup seadanya tanpa ada pemasukan sedikitpun.
adikku senang, ia bisa kembali mengumpulkan uang untuk biaya sekolahnya nanti. dua tahun lalu adekku keluar dari sekolah karena bunda tak mampu lagi membiayai sekolahnya. bulan 12 nanti adekku mau ikut paket C katanya agar ia bisa memiliki ijasah SMU dan bisa belajar kembali.
aku tak punya banyak waktu untuk mendengar ceritanya. setelah cape semalam naik bus dari makassar aku harus kembali lagi. aku belum menyelesaikan tetek bengek perkuliahanku lagi setelah aku cuti kemarin.
bagian belakang kempungku masih terendam air. di jalan-jalan desa yang lebih tinggi nampak tumpukan kayu, kandang ayam dan barang lainnya. air agak kecoklatan namun sedikit keruh, tak layak untuk di konsumsi, namun masyarakat tetap menggunakannya. semua masyarakat menggunakan air tersebut untuk konsumsi rumah tangga mereka.
meneydihkan sekali. kondisi seperti ini selalu terjadi hampir setiap tahun.
"air kembali neik" kata adekku pagi itu.
dalam perjalanan pulang ke makassar, aku menyaksikan kejadian menyedihkan di daerah tanru tedong sidrap. air menggenang di halaman rumah, sawah, sekolah, masjid, hampir satsatu kecamatan terendam banjir bercampur lumpur. masyarakat meratapi kesedihannya disisi jalan raya. banyak sekali kerusakan yang terjadi. aku sendiri tak habis pikir. jam 12 tadi malam aku lewat daerah ini namun tak ada kejadian apa-apa. hujan juga tak turun subuh tadi.
"air ini dari mana ya...."aku terus bertanya-tanya sendirian.
sedih...aku sangat takut, debit air danau tempe akan bertambah lagi. rumahku akan terendam air, dan orang tuaku tak bisa lagi melanjutkan kerjanya. banyak orang yang menderita.
aku juga tak habis pikir kok pemerintah dengan mudahnya memberi izin pada perusahaan-perusahaan asing untuk mengeksplotasi kekayaan alam yang ada di negeri ini. aku ngebayangin gimana kalo nanti palopo dan toraja telah resmi jadi tambang emas. banjir mungkin akan lebih parah...
ntah ada dimana nurani pemegang kekuasaan, tidakkah mereka tergerak hatinya melihat penderitaan rakyat yang tak ada habis-habisnya.
siapa yang bertanggung jawab dan harus disalahkan.
apakah alam yang terus mencari keseimbangannya, ataou pemerintah yang tak becus mengurus rakyatnya, ataukah ada faktor lain??????????///

Monday, July 9, 2007

catatan: Renungan Hari Lingkungan Hidup

Jarum itu terus bergerak, dengan irama yang sama. Ia terus berjalan hingga angka 8 mendekat. Tempat itu sangat ramai. Pertama kali kulihat wajah barunya. Setalah sekian lama tak menyapanya ketika gerah semakin menggila. Dulu ia tak seperti ini. sekarang jauh berbeda. semakin cantik. Orang-orang sangat menyukainya. Namun sayang aku lebih meyukainya sebelum segala perhiasan itu ia kenakan.
Wajahnya penuh polesan. Ia sangat bercahaya di bawah temaram lampu malam ini. yang tersisa hanya suara-suara sumbang yang sibuk berkeliling. Alunan itu tak tertaur. Mungkin tak lama lagi ia pun akan berganti dengan suara-suara yang telah terlatih.
Aku teringat seorang teman. Ia pernah berkata kalo tempat ini tak lagi indah. Kita hanya akan mendapati sekian banyak manusia yang berseliweran. Losari telah dibangun menjadi ruang publik. Segalanya pun disiapkan. Tempat duduk, dan sebuah tugu yang sedah sering kutemukan di depan kampusku. Fasilitas tempat ini terus dibenahi. Tak lama lagi ia akan kehilangan fungsi. Keindahannya semakin memudar. Ibarat seorang gadis wajahnya mulai menua dan ia harus menggunakan sekian produk kecantikan agar masih ada manusia yang meliriknya. Seperti ketika manusia terpengaruh dengan iklan sabun pemutih atau baju model terbaru. Seperti itu pula kehadirannya sekarang.
Angka delapan telah lewat namun belum seorangpun dari Walhi yang datang. Budaya jam karet belum bisa hilang. Hanya ada kami berdua. Mengelilingi anjungan hingga aku mengajak ilda turun kebawah. Ia tak mau dan terus mematung disana. aku berjalan sendirian. Khayalku pun ikut berjalan. Gadis yang kutemani cukup berani namun untuk mendekat ke laut ia tak mau .
Ia jauh dari pinggir. Lama baru teringat ia takut pada laut. Tsunami kemarin mebuatnya terpukul. Semua orang pasti merasakannya. Apakah tsunami hukuman dari Tuhan. Aku tau...Tuhan terlalu baik pada kita. Ia tak marah sekalipun sekian masalah terus kita torehkan dalam buku hitamnya. Sekecil apapun kejahatan atau kebaikan yang kita tulis semuanya akan diperhitungkan namun tidak hari ini.
Tuhan tak marah. Alam hanya mencari keseimbangannya. Bukankah alam tak jauh berbeda dengan kita. Tenaga yang dikuras terus menerus akan menghasilkan kelelahan yang menyakitkan. Seperti manusia alam sedang sakit. Seluruh sendi-sendi tubuhnya terluka dan ia tak dapat berjalan dengan baik. Tubuh itu kesakitan dan kelelahan. Ia butuh istirahat. Butuh suplemen agar tenaganya pulih kembali.
Semakin bertambah penikmat pantai. Aku menyukai nyanyian ombak, namun sekarang terganti dengan teriakan-teriakan dari café yang berjejeran di tempat ini. juga ratusan manusia yang subuk bercengkrama, siara pedagang asingan yang sibuk mencari pembeli, kendaraan yang lalu lalang tanpa henti, nyanyian pengitar jalanan yang kadang kala menjengkelkan. Aku tau mereka hanya mencari hidupnya. Tapi toh tak semua orang pemilik segala yang bisa membeli apa saja.
Kami bertanya pada orang-orang yang berkumpul rame-rame, siapa tau mereka pengundang kami malam ini. undangan renungan itu datang sore tadi. Terlambat. Seharusnya panggilan itu datang sejak kemarin hingga undangan yang dititip bisa sampai ke empunya.
3 jam kedepan, hari kelima juni akan menyapa. Hari yang di peringati sebagai hari lingkungan hidup. Esok akan ada sekian aksi dari mereka yang mencintai lingkungan ini.
Apa kabar lingkunganku. Masihkah engkau sehat negeriku. Lukamu semakin besar. Kebocoran di ozon semakin melebar. Menurut data sebesar Asia. Lumayan besar. Aku jadi sadar, itulah penyebab cuaca yang tak menetu akhir-akhir ini. tak lagi kunikmati udara yang sejuk, hembusan angin yang membelaiku hingga tertidur.
Ntah berapa lama bumi mampu bertahan dengan sakitnya. Usaha untuk memulihkan penyakit itu sepertinya tak ada. Pemerintah sebagai penanggungjawab tertinggi malah berleha-leha dan menganggap semuanya baik-baik saja. Eksploitasi terjadi dimana-dimana. Sekian ribu hektar hutan harus hilang. Bahkan hutan lingungpun bisa menjadi areal pertambangan. Udara, air, tanah yang subur semuanya saling berkait. Tanpa hutan apa yang bisa kita lakukan. Semuanya berasal dari hutan. Hutan yang menyumpan air dalam akar-akarnya hingga manusia mampu merndapatkan air minum setiap harinya. hutan pula yang elah menghirup CO2 sisa –sisa asap kendaraan manusia, hingga racun itu tak menghabiskan hidup manusia.
Keselamatan bumi tak seharusnya hanya diingat pada peringatan hari lingkungan hidup. Manusia harus menyelamatkan bumi untuk hidupnya sendiri.
Sebagaimana ibu, bumi telah mengerahkan semua energinya intuk anak-anaknya.
Sebagaimana ibu bumi terus memberi miliknya tanpa ia pernah meminta. Luka yang ia sandang tak pula membuatnya mengemis agar kita mengobatinya. Manusia adalah anak-anak yang tak berbakti. Kita semua adalah tikus. Yang menggerayangi apa saja yang ada tanpa pernah berpikir tentang orang lain. Tikus mengambil apapun untuk kesenangan dirinya.
Ibu....
Ibu....
Ibu...anak-anakmu adalah anak-anak yang durhaka.
Rintihanmu tak membuat mereka bergeming. Ia akan sadar setelah engkau pergi dan mereka tak mampu menyuapi dirinya sendiri.

banjir

Belum lupa aku akan banjir kemarin, beberapa nyawa melayang. Air tumpah ruah mengenangi desa...dan kecamatan yang ada di Wajo. Sekian banyak kerugian yang harus diderita, rumah yang rusak , tanaman yang tak sempat dinikmati hasil panennya.
Rumahku terletak dipinggir danau tempe. Danau yang dulu sangat aku banggakan dengan hasil ikannya yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sulsel dan bahkan indonesia. Juga panen kedelai setiap tahunnya bersama keluargaku. Aku sangat suka ketika airnya dalam kondisi normal masyarakat akan menanami kedelai, jagung, padi dan tanamam palawija lainnya. Juga tentang rumah terapung yang sangat indah sambil menikmati matahari senja diatas perahu.........
Aku sangat suka mendayung bersama beberapa temanku, walau tak pernah berani pergi jauh. Aku tau siapapun akan suka danau ini. ”bungka toddo” yang menghijau seperti pulau-pulau kecil tempat ikan beranak pinak, semuanya milik nelayan dan sekali mereka panen ikan dapat menghasilkan uang hingga ratusan juta.
Tapi itu dulu....dan semuanya mulai menghilang hingga aku hanya bisa mengenangnya. Saat aku kembali lebaran kemarin, aku hanya bisa menghadirkan keindahan danau dalam alam khayalku. Aku hanya bisa menatap lesu pada tanah yang merekah kekeringan setiap harinya, menikmati debu bercampur udara. Tak ada lagi tangkapan ikan yang banyak dan bisa dijual kedaerah lain, karena kebutuhan sendiripun mulai susah terpenuhi hingga harganya harus melonjak naik, membuat masyarakat semakin susah menikmati makanan yang banyak mengandung protein itu. Kami juga harus kesusahan untuk mencari air yang layak minum. Beberapa masyarakat yang tak mampu membeli air PAM harus berjalan sekian jauh untuk mendapatkan seember air yang pun keruh bercampur lumpur.
Iya...kemarau saat itu sedang melanda, bukan hanya makassar tapi hampir semua daerah di indonesia, padahal kemarin aku sangat merindukan rindu untuk pulang, karena berharap akan mendapatkan air yang cukup untuk mandi.
hujan datang membasahi bumiku, tapi aku pun takut banjir akan memperparah kesakitan bangsa. Ntah ...doa berharap hujan atau tetap dengan kemarau...tak jauh berbeda karena aku tau masyarakat Wajo akan tetap dalam derita. Mereka akan kesusahan , tak mampu menanam padi, palawija, juga tak mampu menenun sarung yang sebagian besar dilakoni masyarakat.
Mendung mulai terlihat di makassar, aku teringat kembali bagaimana banjir kemarin telah merusak lebih 4000 rumah di Wajo juga beberapa nyawa yang melayang dan tanaman padi yang terendam air.
Banjir benar-benar datang kembali. Untung tak separah dulu. Anak-anak kecil berteriak kegirangan mereka bisa kembali berenang sepuasnya. Mengelilingi kampung dengan perahu. Mereka masih kecil untuk mengerti betapa susahnya banjir buat orang tua mereka.

Thursday, June 21, 2007

jadi bebek

beberapa hari ini ada perang tulisan di terroor UKPM. perang tulisan antara pahlawan tak bernama yang ntah siapa penulisnya dengan straight edge. sebuah tulisan sangat menarik. iya sang pemilik rada unik dibandingkan mahasiswa baru lainnya. rantai, piercing, dan sesuatu yang aneh buat remaja sekarang tentunya ada dan melekat pada segala perkakas yang ia pakai.

jadilah diri sendiri dan jangan menjadi bebek. itu salah satu pesan yang tertangkap pada tulisannya. kemarin...aku berdiskusi dengan kak ali, setelah ia memperlihatkan seuah buku padaku. esensi manusia itu apa???sama ketika ia bertanya apa aku telah menemukan jati diriku. aku jadi kembali berpikir...apa aku telah menemukannya. setiap langkah kita selalu mencari seperti apa diri kita.

apa kita telah menjadi manusia seutuhnya. manusia itu apa pula???apakah hanya dengan keberadaan jasad dan ruh maka kita telah menjadi manusia. buatku menjadi manusia adalah ketika aku mampu menyeimbangkan nafsu dan akal yang telah diberikan Tuhan padaku. ketika aku mampu berbuat sesuatu untuk orang lain, ketika aku mampu menjadi diriku sendiri tanpa perlu ikut pada pemBEBEKan massal yang dilakukan media hari ini.

apakah dengan mengkomsumsi iklan2, mengjadi seperti IDOLA kita, menggunakan segala pernik kapitalis, lantas kita menjadi manusia. kita tergiring tanpa pernah merasakan paksaan. kita berjalan pada jalan yang memang telah dibuat dirancang oleh pemilik modal sehingga kita harus merasa gengsi, malu, menangis ketika tak mengikutinya.

sampai kapan kita akan menjadi bebek. megikuti aturan main yang telah mereka buat. aku salut pada kurnia yang dengan rantai, kalung kerbau, dan segala pernik pada tubuhnya, walaupun aneh tapi harusnya kita sadar kalo kita telah dirantai oleh sesuatu yang kadangkala kita katakan sebagai mode dan trend.

dien...menjelang magrib
ketika semua beranjak pulang

Tuesday, June 19, 2007

semangat

pasal 1 : semangat
pasal 2 : tetap semangat
pasal 3 : kalo tidak semangat kembali ke pasal 1

pesan buat semua UKPMers yang ada di seantero dunia

Saturday, April 28, 2007

3 hari di Makassar

setelah hampir 3 bulan aku menghabiskan cutiku, akhirnya bisa juga aku menginjak rumahku kembali. ada rindu yang tersimpan setiap aku meninggalkan rumah itu. senang sekali dengan sambutan hangat dari kawan-kawanku. rumah pelangi satu-satunya tempat melepas lelah, walau kadang mereka ngomel karena keluhan-keluhan yang kulontarkan.
3 tulisan yang sempat aq tampilkan hari ini, untuk kedua adikku.

rumah pelangi dengan canda tawa dan hidupnya yang apa adanya, tak pernah membuatku merasa kecil dan berputus asa. kali ini aku juga harus lari dari kepicikan realitas yang aku temukan. menghindar dari kepenatan yang kadang membuatku putus asa. aku tak akan mengalah dengan takdir yang ada, ntah aku berhasil atau tidak tapi paling ngga aku berusaha melawan

bentar lagi mayday...aku rindu jalanan

Dek...Tidak usah ikut Trend...

Setiap hari TV akan menjadi tontonan penghibur yang membuat masyarakat terlena dengan sekian mimpi-mimpi dan kebahagian sesaat. Sangat lucu ketika mulai melihat saudara-saudaraku terlena dengan tontonan sinetron yang ada pada kotak segi empat itu. Berbagai trend-trend terbaru juga akan mereka perhatikan mulai dari model rambut, pakaian hingga segala tetek-bengek yang kadang tak kita butuhkan. Mereka akan terbuai dan mulai membayangkan kapan barang-barang bermerk itu ada ditangannya.

“kak itu yang lagi trend sekarang” kata adikku ketika ia membujukku membantunya membeli sebuah HP kamera yang hingga hari ini tak dimilikinya.
“emangnya HP kamera itu untuk apa?”
“teman-temanku semuanya pake kamera, malah ada yang pake N73!!!”
“memangnya mereka tahu pake?”
“tidak...kan hanya untuk bergaya”

Di hari yang lain adikku merengek ingin menggunakan pemutih muka dengan sekian zat berbahaya. Berulang kali aku melarang penggunaannya tapi tak ada hasilnya.

“kakak sih enak udah dari kecil kulitnya putih, sementara aku hitam” belum lagi dengan perbedaan-perbedaan kami yang lainnya.
Dasar iklan ....andai tak ada bentukan media tentang gimana perempuan yang cantik, yang harus putih berambut lurus langsing pasti tak akan ada masalah dengan warna kulit, dengan rambut yang keriting ato dengan tubuh yang bondeng.

Aku tidak habis pikir ketika ia ingin memilikinya hanya untuk memperlihatkan ke teman-temannya kalau barang yang dimilikinya lebih bagus. Belum lagi cara berpakaian ala artis-artis yang mereka gandrungi. Atau pola hidup bebas yang katanya modern. Pelukan dan ciuman itu sudah biasa. Bahkan adik sepupuku mengatakan kalau tidak mau disentuh ama yang namanya laki-laki tidak usah pacaran”, ketika ia mendengar aku menasehati adikku untuk jaga diri.

Kondisi yang semakin parah. Siri’ sudah mulai menghilang tau mungkin mereka tak pernah mendapat pelajaran tentang bagaimana bersikap.

“dek...gaya hidup modern itu bukan sekedar mengikuti trend-trend terbaru, ato dengan melihat cara bergaul yang ada di TV. Kita harus menjaga siri’ yang kita punyai...

Dek....Tidak Usah Sekolah Ya....

“kak....kalo aku tamat SMU, bagusnya aku pilih Arsitek atau otomotif?” adik bungsuku yang baru saja menyelesaikan UASnya bertanya padaku. Ntah aku mau menjawab apa, lidahku kelu dan tak bisa mengatakan apa-apa. Sehari sebelumnya aku bertanya pada Bunda, apa adikku bisa masuk SMU, tapi ia bercerita kalau sekarang tak ada lagi modal untuk meneruskan membuat sarungnya, malahan masih punya utang. Bahan bakunya kemarin belum lunas. Pendidikan sekarang semakin mahal, sekian banyak masyarakat sudah tak mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. SPP SMU juga semakin tinggi, hingga beberapa ratus ribu rupiah, kata bunda tak jauh beda dengan uang SPPku di UNHAS.

Harga sembako semakin naik, dan tentu kebutuhan lain juga semakin mahal, BBM juga dan sewa pete-pete yang mahal juga menjadi salah satu alasan kenapa anaknya tak mampu disekolahkan. Awal tahun 2006 kemarin adikku yang ketika itu duduk di bangku kelas 1 SMU harus berhenti sekolah karena malu , ia kadang tidak diizinkan masuk kelas karena tidak punya buku. Aku juga tak bisa berbuat apa-apa.

Tak lebih setahun dari itu ia cerita kalau beberapa sahabatnya juga berhenti sekolah. “Ana itu udah yatim piatu dan sekarang jadi penjaga ruko di pasar”
Masyarakat bawah hanya bisa pasrah dengan nasib yang mereka terima, tak ada yang bisa dilakukan untuk mengurus agar anak mereka tak usah membayar biaya sekolah. Katanya mereka tak tahu bagaimana mengurus administrasinya yang kadang rumit.

Beberapa tahun lagi BHP akan diterapkan, katanya mulai dari TK hingga perguruan Tinggi. Gila....gimana masyarakat Indonesia mau pintar kalau pendidikan mereka dibatasi dengan harga yang sekian mahalnya. Padahal jumlah penduduk miskin jauh lebih besar dibandingkan masyarakat elite. Bagaimana pemilik modal, pejabat, orang-orang kaya itu mau membantu toh yang ada malah memperparah kemiskinan masyarakat. Liat saja lapindo yang lepas tangan padahal perusahaan itu milik seorang menteri.

Sebelum berangkat ke makassar mencari spirit baru pada kawan-kawanku di UKPM adikku yang berhenti sekolah cerita kalau ia ingin sekali ikut ujian persamaan, tapi itu juga harus membayar dan akan sekolah beberapa bulan. Ia tak tau bagaimana caranya mendapat uang untuk itu dan lagi-lagi meminta aku membantunya. Adikku sempat meminta pendapatku untuk menjadi penjaga toko di Kalimantan, katanya gajinya lumayan tinggi (800ribu), namun aku tak rela melepaskan adikku karena disana ia akan tinggal dengan orang lain yang tak aku sukai. Orang itu kadang memperlakukan adikku seperti pembantunya namun saying tanpa gaji. Suatu kali ada acara di rumahnya dan adikku kesana. ia membangunkan adikku dimalam buta untuk membuatkan anaknya susu dan menjaganya, sementara ia enak-enakan tidur.

Aku bingung, melarangnya untuk mencapai impiannya sangat susah, ia ingin melanjutkan sekolahnya dan nantinya menjadi seorang bidan. “dek…andai ijasah bias ditukar aku akan memberikannya padamu. Karena aku sangat muak dengan pendidikan yang ada dinegara kita. Pendidikan hanya untuk mencari gelar dan selembar ijasah untuk kemudian mewujudkan impian orang tua menjadi seorang PNS.

Hanya sedikit pengetahuan yang akan kita peroleh sementara biaya untuk itu sangat mahal. Kapan akan ada pendidikan gratis sehingga adik-adikku bias mewujudkan mimpi-mimpinya. Mungkin semuanya hanya akan menjadi impian tanpa pernah bisa kita wujudkan.

Aku kadang berpikir kenapa semuanya harus dinilai dari selembar ijasah tersebut, ketika hendak mencari kerja kitapun harus mempunyai IPK standar, padahal keahlian kita tidak hanya bias dilihat dengan kertas itu.

Aku tak mampu mengatakan “Dek...kamu tidak usah sekolah, karena bunda tak mampu...sementara kuliahku juga harus tertahan karena tak mampu bayar SPP dan uang KKNku.

Aku sangat ingin memberikan beberapa ratus ribu yang kukumpulkan setelah 3 bulan lebih bersama kalian, tapi aku juga tak bias melihat raut suram yang ada dimuka bunda karena aku tak bias menjadi sarjana, sementara temanku tak lama lagi akan menjadi sarjana.

“Dek…apa yang harus aku perbuat untukmu???”

Dek...Tidak Usah Ikut Ya....

Beberapa bulan kemarin tayangan-tayangan mistik gencar-gencarnya ditayangkan berbagai media, hingga hari ini masih ada layar lebar yang juga masih dengan kisah-kisah misteri yang membuat adrenalin penonton naik. Beruntung sekali dengan adanya larangan penayangan tayangan-tayangan mistik sehingga dampak negativenya dapat dikurangi. Namun di daerahku akhir-akhir ini mulai bermunculan perkumpulan2 yang mengajarkan tenaga dalam hingga berburu hantu. dengan modal beberapa ratus ribumasyarakat awam yang dengan pengetahuan terbatas bias ikut belajar dalam hitungan beberapa bulan.
Tiga minggu sekali kedua adikku pulang larut malam, katanya ikut menonton melihat mereka latihan. Dua bulan berlanjut adik bungsuku merengek dimasukkan pada penerimaan berikutnya “katanya bias dicicil, kita bayar 100 ribu dulu, kekurangannya menyusul setelah kita punya uang yang jelas sebelum latihannya berakhir”. Aku dengan berbagai alas an berusaha menolak, karena tak mempan aku membujuknya agar ia masuk setelah duduk di bangku SMU, usiannya masih sangat dini dan tentu dengan control emosi yang tak stabil. Di lain kesempatan adikku yang satunya cerita kalau temannya bias melihat segala dosa-dosanya, parahnya lagi ia cerita kalau dengan ikut latihan itu, setelah menguasai semuanya kit bias melihat neraka.
“bagaimana mungkin manusia biasa mampu melihat neraka”, aku bertanya pada adikku. Tapi ia menjawab dengan gelengan.
Latihan pertama telah berakhir, setiap malam beberapa penggagasnya akan mendatangi rumah-rumah penduduk dan mengajaknya ikut latihan. Adikku kembali cerita kalau tetangga kami mengajaknya masuk dengan gratis asal ia bias memasukkan 10 orang temannya. Dilain hari seorang saudara jauh yang menjadi anggota cerita kalau ketua mereka membisikinya kalau ia bias mencari 5 orang maka ia bias memasukkan satu orang dengan gratis.
Kegiatan tersebut telah berubah arah menjadi lahan bisnis baru yang bias mendatangkan beberapa ratus ribu yang tentu saja sangat tinggi artinya buat masyarakat menengah kebawah. Untuk sebagian masyarakat yang memiliki uang lebih memasukkan anak atau mereka sendiri tak jadi masalah, tapi bagi masyarakat yang tak mampu itu akan menjadi beban.
Sekarang orang-orang yang ikut latihan pertama telah menjadi pelatih salah satunya seorang siswa SLTP yang masih duduk di bangku kelas 1. hamper setiap malam ia pulang larut malam, menurut orang tuanya ia pergi melatih peserta yang baru masuk dan kadang pergi proyek. Aku sempat kebingungan dengan kata proyek yang ia ucapkan, namun belakangan aku tahu kalau yang dimaksud adalah memburu hantu, menangkap dan memindahkannya ketempat lain.
“katanya disini sudah tidak ada hantu, semuanya sudah dipindahkan ke sungai” seorang tetangga yang anaknya juga diajak ikut latihan, tapi menolak karena ia tak percaya.
Aku hanya berpikiran kita sama-sama makhluk Tuhan,. Tak seharusnya kita mengusik mereka selama mereka tak mengganggu kita, kalaupun memang ia benar-benar ada. Dek, kamu tidak usah ikut ya...kalau kita tak mengganggu mereka, semuanya akan baik2 saja.

Sunday, February 11, 2007

untuk birokrat terhormat

a
beberapa saat lagi UNHAS menuju BHP, mungkin juga perguruan tinggi negeri lainnya.
BHP yang digembor-gemborkan dilakukan demi citra dan kualitas luaran yang baik. aku tidak tau apa itu betul, atau mungkin sekedar wacana.
mahasiswa kemana, sebagian sepakat-sepakat saja. buat mereka yang uang bukan masalah...berapapun uang yang harus dikeluarkan tak perlu dihitung untuk sebuah gelar (sarjana). semester ini aku cuti...1 semester, tapi ntahlah semoga bukan untuk selamannya. beberapa temanku menganggapku bodoh, aku hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya, juga ketika mereka melarangku cuti. anggap saja itu sebuah perhatian. aku mungkin memang bodoh, seorang teman yang tau alasan cutiku menyarankan aku minjam uang, minta keringanan dari fakultas. bagaimana harus kulakukan, bagaimana mungkin seseorang akan memberikan pinjaman untuk kuliah...ngga mungkin banget,lagian tidak bisa bayar SPP bukan satu-satunya alasan aku harus cuti.
aku harus memilih...
aku memilih cuti, tak peduli dengan tanggapan orang-orang yang ada di sekitarku. biar saja mereka mengatakan aku bodoh, malas, menyia-nyiakan waktu.
kemarin lomba mading UKPM, salah satunya bertema "orang miskin di larang kuliah" aku merasa itulah sebenarnya aku, tak pantas aku berada di kampus ini, kampus yang semakin pantas buat orang-orang hedon, kampus yang akan dirubah untuk mereka yang berduit, bukan untuk aku yang tak punya apa-apa selain semangat.
SPP yang berjenjang...subsidi silang, bagaimana aku bisa mempercayainya. kalopun iya, SPP bukan satu-satunya biaya yang harus dikeluarkan. aku akan tinggal lama dikampus ini, teman-teman seangkatanku mulai KKN bahkan ada yang telah meneliti, menyusun skripsinya. sementara aku masih terkatung-katung, harus cuti untuk mencari biaya penelitian dan KKN.
apa akan ada biaya itu ketika nanti akan BHP, apa akan ada biaya magang, beli buku, nyari tugas praktek lapang yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan SPP itu sendiri.
bagaimana orang tua kami harus mencarikan uang untuk menutupi itu semua sedangkan kebutuhannya sendiri tak mampu di penuhinya.
bagaimana mungkin orang miskin yang tak punya uang untuk kuliah akan mempertahankan prestasinya tanpa fasilitas yang memadai, aku selalu ingat setiap semester yang aku lewati leboih banyak tidak kumpul tugas yang harus menggunakan sekian puluh ribu, untuk mencari literatur, biaya print dan sebagainya.

aku takut...semakin hari yang lahir adalah robot-robot yang siap kerja. beberapa temanku mengatakan setelah selesai PNS telah menantinya. apakah pendidikan untuk mencari kerja?
bukan...bukan itu yang aku harapkan, walau bundaku telah berharap setelah selesai, ia akan bangga ketika aku menggunakan baju PNS.

untuk birokrat yang terhormat
bagaimana kaum miskin bisa menikmati pendidikan itu.
atau memang "orang miskin di larang kuliah"

Saturday, February 10, 2007

Pak Polisi...

Sengkang/31 januari 2007
sejak pagi kakakku menghubungi Hp sepupuku, nomornya sih aktif, tapi ngga ada yang ngangkat. ntah masih molor ato mungkin udah keluar. jarum jam terus bergerak...pukul 09;00, aku udah siap-siap ke SMK 1 Sengkang soalnya HIPERMAWA komisariatku mo ngadain LDK. aku disuruh terus kerumah sepupuku, ya...aku mau aja biar sekalian bisa diantar masuk ke SMK nantinya, jarak sekolah itu cukup jauh dari jalan raya mungkin 500an meter (ngga tau pastinya juga sih).
sepupuku lagi sarapan, aku cerita kalo kakakku mo diantar keluar, ia belum bisa berjalan jauh untuk nunggu pete-pete(angkot),seluruh badannya masih gemetaran 2 bulan ia diserang malaria dan sekarang dalam proses pemulihan.
Selesai makan sepupuku pamit ama nenek, ia tinggal ama nenekku yang ngga punya anak. Setelah membuka kain penutup mobilnya akhirnya kami melaju ke arah rumahku, jaraknya kurang dari 1 km, tapi belum setengah jalan tampak sebuah mobil polisi dengan beberapa polisi di depannya yang meminta setiap pengguna jalan beroda empat menghentikan mobilnya. Aku mulai khawatir, jangan-jangan sepupuku ngga membawa surat-surat mobilnya, pasti ngga enak kalo ia kena tilang, mo aku bayarin dikantongku ngga ada uang.
Aku merasa lega ketika melihatnya mengeluarkan kelengkapannya. Kami bisa selamat, ngga ada alasan untuk membayar. Sepupuku keluar dan mendekati polisi yang sedang memeriksa kelengkapan pengendara lainnya. Setiap supir tampak membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang puluhan. sepupuku mendekati mobil lain yang baru berhenti (mungkin temanya). Aku melihatnya menukar uang.
"sialan...uangku melayang"katanya begitu ia kembali duduk.
"emangnya kenapa?"
"polisinya lagi mo ambil uang saja"katanya tanpa alasan yang jelas.
"polisi itu dari makassar"
Ia kembali menyetir mobilnya, tak sempat kulihat plat mobilnya.
puluhan mobil yang lewat harus mengeluarkan uang yang ntah untuk apa. Aku ngga habis pikir mobil ditahan untuk apa.
Mungkin aku yang ngga tahu peraturan kepolisian, atau memang itu semata-mata untuk mengambil uang.

Friday, February 9, 2007

ramenya ngumpul bareng

hari beranjak sore, rumah pelangi mulai ramai. satu persatu berdatangan. beberapa orang mulai sibuk membereskan ruangan kecil itu. Bang Che tersenyum manis melihat kerja kami. Semuanya sibuk dengan tugasnya masing-masing, iringan lagu dari komputer menemani kerja kami. mading-mading dari lomba kemarin kami atur, tim juri akan menilainya malam nanti. karpet mula di gelar, lanjut membersihkan kotoran yang melekat sisa acara kemarin. sejak tanggal 5 kemarin UKPM menggelar lomba mading, bazar buku, nonton bareng serta diskusi di palataran kampus samping bank mandiri. mading yang bertemakan BHP, membahas berbagai topik, beberapa tanggapan pro kontra ditampilkan beberapa peserta. acaranya rame banget katanya tapi aku cuma menikmati hari terakhirnya tanggal 7 februari.
akhirnya kak as'ada datang membawa ikan yang dibelinya paotere. acara ikan bakar untuk hari yang sangat berarti. UKPM semakin ramai, di halaman belakang kami mulai membakar ikan. didalam beberapa orang sibuk mengurus agenda nanti. sambil menunggu ikan itu matang petikan gitar menemani kami. tawa...bahagia...sangat ribut, membuat beberapa penghuni PKM mengintip kami. aku melihatnya. (buat teman-teman korpala, maaf kalo asapnya mengganggu aktivitas kalian...peace)
semuanya berkumpul dirumah pelangi beberapa senior hadir, kak Zul, kak muhith, kak Ana,kak bahar, kak udin, juga dari Dewan Pers. hari ini juga ultah Tribun, juga hari pers.
sambutannya panjang banget, mulai dari yang paling muda, hingga yang paling tua. mulai dari yang paling lembut hingga yang rewa. tentu saja tak lupa dari senior-senior.
ruangan semakin penuh, beberapa orang harus duduk depan pintu, ramai sekali...
karena perut terus berteriak minta diisi maka acaranya dipending. beberapa karpet digelar depan bolder korpala. rumah pelangi mulai sesak.
"ikannya enak..."
"sambalnya pedas"
ribut tapi damai. lama sekali tak ada acara seperti ini, semuanya berbaur. kak nuru juga datang. menu yang istimewa dihari yang istimewa, juga suasana yang sangat ramai.
"setiap orang akan kembali ke rumahnya"yang lama tak berkunjungpun hadir hari ini.
kak yoe, kak jum dan kak idol datang ketika acara kembali dilanjutkan. kali ini beberapa orang mengucapkan harapan dan bagaimana UKPM mengambil sikap kedepannya. satu yang tetap berpikir merdeka, bergerak dan melawan.
abang mengundang senior yang hadir, juga mantan ketua periode sebelumnya. seremonial tiup lilin. kue tar merah putih dengan lilin angka 12.

HAPPY BIRTHDAY...HAPPY BIRTHDAY...HAPPY BIRTHDAY TO YOU
Untuk semua UKPMers selamat ulang tahun, tetaplah pada garis perjuangan yang sama.
lawan...lawan dan lawan

KARENA KATA ADALAH SENJATA

Sunday, January 28, 2007

sekolah alternatif

cape...banget.
Tapi menyenangkan bisa menghabiskan sore bersama anak-anak jalanan.
Ntah apa yang tepat untuk mereka.
Buat aku sih bukan anak jalanan.
mungkin karena mereka selalu menghabiskan waktunya dijalan kali ya...
danau tempat mereka ngumpul setiap minggu sore. dua puluhan anak-anak mulai dari yang tidak sekolah hingga anak kelas enam SD. pertamanya hanya ada aku dan kak dedy, juga lima anak-anak itu. menemani mereka manjat pohon. mau ambil buahnya. tapi ngga jadi tangganya runtuh. kasian juga. tapi mereka bukan anak manja. dengan sebilah bambu anak itu bisa turun.
ngga lama niar muncul dengan puluhan anak-anak lainnya. ngga tau gimana ia membawa anak-anak itu. kami bertiga menghadapi piluhan anak kecil. biar ngga terlalu kerepotan, kami membagi tiga anak-anak itu. niar dengan anak-anak yang belum sekolah dan ngga tau membaca. aku dengan putri-putrinya yang udah tau membaca. terus kak ded dengan anak laki-laki. tapi masih susah membuat mereka tenang. ribut, berkelahi, mengganggu sekelompok mahasiswa lainnya yang sibuk kajian.
susah membuat mereka nurut.
aku senang bersama mereka, bernyanyi, main, nelajar membaca, berhitung semuanya dengan senang hati.
aku bisa tertawa bebas.

Friday, January 19, 2007

Indonesiaku sayang

Sampai kapan...indonesia lepas dari semua masalah yang dihadapinya.
pergantian tahun baru Islam semakin dekat. aku berpikir apa yang akan terjadi?apa akan seperti taon baru kemarin, bencana datang berentetan. kasus flu burung yang telah merenggut sekian nyawa, kapal tenggelam, adam air yang belum ditemukan.
Ada harapan tersimpan...bukankah kita harus selalu optimis.
taon baru selalu melahirkan harapan.
akan hidup yang lebih baik.

Rakyat yang semakin dimiskinkan, aku pernah diskusi dengan seseorang, ketika menikmati malam di tepi losari.
"mereka bukan orang yang malas" ucapku ketika melihat beberapa anak-anak masih mengais sampah, mencari botol-botol bekas di pinggir losari.
iya...bagaimana mungkin petani yang setiap hari berangkat sebelum matahari terbit dan kembali ketika mentari beranjak ke barat. tapi kehidupan mereka tetap tak berubah. anak-anak jalanan yang dengan semangat mau belajar tapi tak punya kesempatan karena hidup yang terlalu keras. mereka harus berpikir bagaimana mendapat makan hari ini, bukan sekedar bermain di mall, main PS, komputer dan menjadi anak manja.
Mereka anak-anak yang kuat.
siapa yang memiskinkan siapa...
apa mereka yang memiskinkan dirinya sendiri. tidak...aku tau mereka bukan orang-orang yang malas. mereka pekerja keras.
siapa yang menutup kran-kran kehidupan mereka.
Pemerintah yang tak becus, lebih memilih menaikkan tunjangan dewan ketimbang memberikan uang itu pada rakyat miskin. siapa yang hendak di sejahterahkan anggota dewan agar tutup mulut atau rakyat yang sedang menangis.

Tak ada perlawanan karena mereka terbungkam.
mahasiswa saja kehilangan nilai. mereka terbungkam dengan skorsing dan penjara.

Thursday, January 18, 2007

Ketika Rokok Menggerogoti Manusia

Beberapa hari aku nginap di PKM, rindu sama teman-temanku membuatku tergerak pulang. Seminggu tak ketemu mereka dan merasakan indahnya sebuah keluarga. Didalam sangat ramai, ada tamu rupanya. Aku langsung masuk kamar dan menyimpan tasku, mengambil bantal dan berbaring depan TV. Aku selalu punya kebiasaan menonton TV bersama yang lain kalo pulang.

Aku merasa aneh, asbak rokok yang biasanya tergelat begitu saja depan TV kini telah berpindah tempat, ia telah disimpan dibawah lemari, dan telah berdebu. Tak ada asap rokok hari ini. Aku kemudian bertanya kenapa asbak itu disingkirkan???ternyata temanku yang merokok telah berhenti dengan terpaksa.

“kamu memilih muntah darah atau berhenti merokok” pesan dokter katanya.

Aku tentu saja sangat senang, akhirnya ia bisa juga berhenti merokok, rokok tel;ah memperparah penyakit asmanya. Aku jadi teringat kemarin abang yang sakit sampai pingsan karena asmanya kambuh. Aku sih cuek bebek walaupun khawatir banget, cuman sempat bilang “makanya jangan merokok” tapi ia ngga kapok-kapok juga. Abang hampir tiap minggu penyakitnya kambuh dan kalo udah gitu semua akan panik…nyari obat sampe mo dibawa kerumah sakit. Iya…benar rokok memicu asma.

Sangat susah menemukan tempat yang kita bebas dari asap rokok, tapi paling ngga dirumahku asbak rokoknya sudah disimpan. Di makassar kawasan bebas asap rokok baru satu yang aku tau, di fakultasku sendiri FKM. Kalo ke FKM dan kedapatan merokok maka siapapun ia harus merogoh kocek, Rp. 50.000,- lumayan berat kan! Semoga suatu hari tempat-tempat umum di makassar akan dijadikan kawasan bebas asap rokok, berbeda dengan Jakarta dan beberapa kota besar di Jawa mulai memberlakukan kawasan bebas asap rokok di beberapa tempat umum dengan memberikan denda yang memang cukup besar.
Merokok di tempat umum merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Orang dengan seenak hati merokok di bus, pete-pete atau tempat umum lainnya dan itu sangat mengganggu sirkulasi udara sehingga kadang kita harus rela terbatuk-batuk atau sesak nafas. Setiap ada rapat apalagi sampe tengah malam, teman-teman cowok susah banget untuk ngga merokok, banyak alasanlah, dingin, ngga bisa berpikir. Ia ngga sadar kalo itu udah menyakiti temannya sendiri.

Rokok tak ubahnya dengan napza yang membuat manusia mengalami ketergantungan. Mencoba akan membuat kita ingin dan ingin lagi, untuk selanjutnya ketagihan dan tentu saja akan tergantung. Betapa tak enaknya hidup tanpa rokok. Ketika kita mengatakan bahwa merokok adalah pilihan hidup. Saya sepakat, tapi orang-orang-orang yang ada disekitar anda juga punya hak untuk tidak ikut merokok dan menikmati udara yang bersih. Kita juga harus berpikir dengan orang yang ada didekat kita, apa kita tidak sedang menyakitinya, bahkan mungkin membunuhnya secara perlahan. Perlu diketahui bahwa bahaya perokok pasif jauh lebih besar dari pada yang aktif. Orang yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dua kali lipat dibanding orang yang merokok.

Ketika aku PBL II di bantaeng dan berdiskusi masalah rokok, seorang bapak bertanya padaku tentang ayahnya yang perokok dan sampai saat itu belum pernah sakit, sementara ibunya yang tak menyentuh rokok malah terkena osteoporosis. Aku tersenyum dan menjawab kalau itu salah satu bukti kalau rokok tak hanya membunuh perokoknya tapi juga orang-orang yang ada di dekat kita.

Menurut data WHO jumlah penduduk dunia yang merokok, sekitar 1,1 juta jiwa dan 4 juta diantaranya meninggal dunia., sedangkan menurut data SKRT 2002 jumlah perokok aktif di Indonesia 75% dari jumlah penduduk yang ada. 44% diantaranya berusia 10-19 tahun. Dikatakan bahwa hampir 75% perokok dunia berasal dari Negara berkembang. Indonesia sendiri berada diurutan keempat jumlah penduduk yang merokok dengan jumlah sekitar 141 juta orang dengan korban 57 ribu perokok meninggal setiap tahun dan sekitar 500 ribu. Orang sering bertanya belum ada yang meninggal karena rokok. Tentu saja karena rokok bukan virus ganas yang langsung menyerang begitu saja dan mematikan penggunanya. Rokok adalah factor resiko berbagai penyakit yang dengan perlahan sampai berpuluh-puluh tahun dan itu lewat berbagai penyakit.

Asap rokok dapat dikatakan sebagai pabrik kimia berjalan, setiap merokok disa tu tempat terutama tempat umum maka akan menghasilkan lebih 4000 zat kimia , mulai dari tar, nikotin, arsenic (racun serangga), cadmium (bahan pembuat Accu), dan zat lainnya . 25 diantara zat-zat tersebut bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Menurut laporan WHO 2002, di antara negara-negara industri yang menganggap merokok adalah hal umum, merokok diestimasikan 90 persen menyebabkan kanker paru-paru pada pria, dan sekitar 70 persen menyebabkan kanker pada wanita. Selain itu dapat menurunkan tingkat kesuburan perempuan, juga dapat menyebabkan kemandulan, sedangkan untuk perempuan hamil, kelahiran bayi lebih awal dengan berat badan yang rendah

Di negara-negara industri ini sekitar 56-80 persen adalah penyakit pernafasan kronis dan sekitar 22 persen penyakit kardiovaskular. Rokok mengakibatkan penyakit hampir diseluruh bagian tubuh mulai dari ujung kaki hingga kepala. Mulai dari timbulnya plak gigi hingga osteoporosis. Memang pada setiap bungkus rokok selalu ada peringatan tentang bahayanya, tapi itu hanya sebagian kecil saja. Perbedaan perokok pasif dan aktif, bahwa pada perokok aktif asap yan mereka isap masih akan disaring sedang pada perokok pasif mereka langsung mengisap asap sisa dari perokok aktif. Nah disini bahaya yang ditimbulkan dua kali lebih berat.

Dihubungkan dengan relasi ketidakadilan gender hari ini, juga ternyata rokok menjadi salah satu pelecehan yang dilakukan kaum laki-laki pada perempuan. Untuk perempuan masih banyak tanggapan bahwa merokok adalah hal yang tabu, itu dilakukan oleh wanita-wanita nakal, atau pekerja seksual. Sungguh ini sesuatu yang tak bisa dibenarkan begitu saja, rokok bukan sebuah ukuran nakal, terpelajar, terhormat atau tidaknya seorang perempuan. Toh rang-orang tua dulu juga banyak yang merokok, dan sebagian menyirih. Mereka sama saja mengkonsumsi tembakau.
.
November 2006

Wednesday, January 17, 2007

kali ini ke DPRD

"tolak PP No. 37 tahun 2006"
"peraturan itu tidak berpihak pada rakyat miskin, tapi mensejahtrahkan elit-elit tertentu"
Kembali melanjutkan aksi kemarin, kali ini titik aksinya ngga di pintu satu lagi tapi udah bergerak ke gedung mewah dan masih baru di dekat tol reformasi. dari jam 9 duduk di tugu nungguin kawan-kawan bergabung. seperti biasa secara bergantian kami orasi.
Korlap sepertinya mulai kehilangan suara, dari kemarin ia terus berkoar-koar menyatakan penolakan pada PP no 37 tersebut.
ketua BEM FKM juga datang, lama ngga ketemu di aksi.
kali ini selain petaka telah ada spanduk besar terbentang, tentunya berisi penolakan. setelah massa terkumpul kami bergerak ke pintu satu, disana salah satu mobil ditahan dan tentu saja akan membawa kami ke tol reformasi.
lawan...lawan...lawan dan menang
"hancurkan resim penindas rakyat...."
sambil berjalan lagu-lagu perjuangan terus terdengar.
lagu yang membakar semangat kami, jas merah digunakan beberapa orang dari lembaga. bukti eksistensi kalo lembaga masih ada.
massa aksi sekitar 30 orang dari berbagai lembaga. mereka akan menyuarakan aspirasinya di gedung DPRD yang sejuk.
di depan gedung DPRD beberapa polisi dan penjaga telah menanti, ah masa bodoh, masuk saja...dan kembali berorasi di dalam sana.
"jangan injak rumputnya" seorang pegawai memperingatkan kami.
ehm...rumput aja dijagain, kemungkinan di import dari luar dan tentu dengan harga yang wah. tempatnya sejuk banget, walau kami tidak berada di dalam gedung. ini hanya halaman bung, tapi tak jauh beda dengan ruang ber-AC. gila banget....
beberapa lama menunggu belum ada yang keluar, dan tentu tak semuanya. katanya mereka lagi rapat, ntah membahas apa.
palingan bahas gimana caranya dapat menguras rakyat.
seorang wakil keluar, ntah dari fraksi mana, aku lupa, yang jelas katanya dulunya ia dosen.
kami berdialog beberapa saat, tapi seperti biasa janji-janji yang tak akan tersampaikan.


pernyataan sikap:


TOLAK PP 37 2006 TENTANG KENAIKAN TUNJANGAN ANGGOTA DPR

Mencermati fenomena kebangsaan yang hadir belakangan ini sungguh merupakan hal yang begitu memilukan. Berbagai persoalan yang muncul telah mengaburkan orientasi dan nasib kehidupan Rakyat Indonesia. Kebijakan Negara ternyata tidak mampu menjawab persoalan mendasar kehidupan kita. Belum habis penderitaan Rakyat lewat kemiskinan, pengangguran, akses pendidikan mahal, biaya kesehatan tinggi, bencana alam, korupsi yang masih merajalela, sekarang kita diperhadapkan pada regulasi yang justru kian memperparah keadaan. Hal ini disebabkan oleh perumusan dan penetapan PP 37 2006 tentang kenaikan tunjangan anggota DPR.
Secara prinsipil tidak pernah ada alasan rasional bagi rezim SBY-JK untuk menelurkan kebijakan tersebut. Lewat keputusan ini akan terjadi pemborosan dan pencurian uang Negara. Karena besarnya kenaikan tunjangan tersebut sangatlah tinggi. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan akan mencapai 2 sampai 4 trililiun! Sungguh jumlah yang sangat fantastis. Sedangkan secara personal tiap anggota DPR akan menerima sekitar 6 sampai 15 juta tiap bulannya. Pada saat yang sama untuk ketua dan wakil ketua mendapat 20-30 juta. Dana ini menurut pemerintah akan dialokasikan untuk pembiayaan tunjangan komunikasi pada konstituen dan dana operasional. Jelas fakta ini mencerminkan keserakahan para wakil Rakyat. Mereka ternyata lebih sibuk mengemis dan memperkaya diri dibanding memperhatikan kesejahteraan Rakyatnya. Sementara dipihak lain rakyat terus diwajibkan untuk membayar pajak yang malah hasilnya tidak pernah sampai dinikmati secara keseluruhan justru dana pajak itu dicuri secara halus dan diam-diam lewat pemberlakuan PP 37 2006 ini.
Kita dapat menganalisis kebijakan ini dalam 3 aspek. Pertama secara politis, ini membuktikan bahwa pemerintahan sby-jk lebih berpihak dan menuruti lobi politik yang terbangun antara kelompok legislative dan eksekutif. Sehingga kesan adanya pencapaian motif politik dari kelompok tertentu sangatlah kuat. Mekanisme politik yang berjalan sungguh amburadul dan penuh kemunafikan. Kedua secara ekonomi, ini adalah bentuk nyata kebijakan yang sangat memboroskan uang Negara. Seharusnya seluruh anggaran dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Jika pemerintah bisa lebih arif, dengan jumlah sampai triliunan rupiah tersebut bisa saja dialokasikan untuk biaya pendidikan, kesehatan atau membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan demikian janji-janji pemerintah untuk memperbaiki kehidupan tinggal mimpi dan omong kosong belaka. Yang ketiga, secara social ini semakin menunjukan kemana pemerintah sekarang lebih berpihak. Negara tidak mampu lagi berdiri diatas kepentingan rakyat. Keberpihakan rejim sby-jk malah tertuju pada elit-elit politik tertentu. Jika melihat kondisi objektif dan kebutuhan mendasar rakyat, kenaikan tunjangan ini tidak akan menyelesaikan apa-apa. Penumpukan kekayaan terjadi pada para pejabat Negara. Selain itu tidak ada sensisvitas atau kepekaan social dari pemerintah terhadap nasib rakyat yang masih sengsara. Seharusnya mereka menunjukan keprihatinan dan tindakan nyata untuk merespon persoalan bangsa.

Oleh karena itu, kami dengan ini menyatakan :

1. menolak secara tegas pemberlakuan PP 37 2006 tentang kenaikan tunjangan anggota DPR.
2. mendesak pada pemerintah untuk segera merealisasikan 20% dari APBN untuk sector pendidikan.
3. mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan dengan IMF, World Bank, CGI, WTO,dan lembaga donor lainnya karena akan terus menambah utang Negara.
4. menyatakan mosi tidak percaya pada pemerintahan SBY-JK.


FRONT PERJUANGAN MAHASISWA UNHAS (FPMU)
BEM FE-UH, BEM FS-UH, UKPM-UH, LIPSTIK-UH, FAM-UH,BEM Ekstensi FE-UH, BEM FK-UH, BEM FKG-UH, BEM FISIP-UH, HMI Kom.FE-UH, HIMAJI, IMMAJ-IMA FE-UH

"mereka di rampas haknya...
tergusur dan lapar...
bunda relakan darah juang kami
untuk membebaskan rakyat"

lagu darah juang mengakhiri aksi di gedung DPRD, kami kembali ke tol reformasi dan membagikan sisa selebaran.

tolak PP no.37 tahun 2006

jam 10 pagi, UKPMku telah sepi. Aku menyimpan ransel butut, berisi beberapa lembar pakaian yang hendak di cuci. Berjalan sendirian ke tugu megah UNHAS, disana telah ada beberapa kawan-kawan menunggu. Seseorang dengan megaphone terus mengajak pengguna jalan agar bergabung menolak PP No.37 tahun 2006. pusing juga liat pemerintah ambil keputusan kaya' gitu. bangsa kita dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, kok bisa-bisanya anggota Dewan lebih sibuk ngurus kenaikan tunjangan. sementara rakyat semakin banyak yang kelaparan, semakin banyak yang nganggur, ngga sekolah, belum lagi yang sakit, kena bencana.
kawan-kawan satu persatu datang. duduk di bundaran tugu. ternyata tugu ini asyik juga untuk aksi. paling ngga selain untuk gagah-gagahan tugu itu punya fungsi juga untuk mahasiswa...he3x. massanya lumayan juga. biasanya kami paling banyak 10 orang, kali ini 2x lipatnya. syukur...........masih ada anak muda yang mau melawan, walau ngga sebanding dengan mahasiswa UNHAS yang ribuan.
mahasiswa mulai kehilangan jati diri. mereka tak ubahnya dengan siswa sekolahan. harus tunduk pada dosen dan birokrat. mo jadi apa nantinya kalo kita harus terus mengikuti kemauannya yang kadang ngga berpihak pada mahasiswa
PP tersebut harus kita tolak bersama, masih banyak yang seharusnya dipikirkan oleh anggota dewan kita, juga dana yang dibutuhkan untuk mensejahterahkan rakyat. anggota dewan ada untuk rakyat demikian juga pemerintah, bukan malah untuk menyenangkan mereka dan melupakan kebutuhan rakyat.

Thursday, January 4, 2007

awal 2007

Taon Baru....
Udah lewat beberapa hari sih, tapi ngga pa-palah, "HAPPY NEW YEAR"
gimana dengan taon ini ya...heran, Indonesia terus dirundung masalah, bencana kayaknya sayang banget ama bumi indonesia. gimana ya...?Kasian banget masyarakat miskin terutama.
Aku juga sedih, awal taon apes banget, mulai dari kabar kalo kakakku sakit di pontianak, keluargaku panik banget...sampe ngga bisa tidur, lebaran idul adha jadi ngga seru. Semuanya pada sedih, bunda, dan saudara-saudaraku, aku juga. Kakakku udah diminta kembali ke sulsel tapi gimana ya...aku sih belum berani memintanya pulang. Cuaca sangat buruk awal januari ini, beberapa kapal mengalami kecelakaan sampai hari ini udah banyak korban yang berjatuhan, belum lagi pesawat adam air yang hingga hari ini belum ditemukan.
Ada sebuah email yang masuk, katanya kondisi pesawat adam air emang sebenarnya udah ngga layak pake. udah kebiasaan kali ya...masyarakat kan banyak yang suka pake barang bekas, yang jelas masih bisa kepake. Termasuk pesawat kaya'nya, apalagi dengan biaya yang murah dibandingkan penerbangan yang lainnya, kan beda banget harga yang ditawarkan apalagi kalo dibandingkan dengan garuda. orang kan suka nyari yang murah.

Nyebelin lagi kondisi kampus, hari ini aku ada seminar...setelah semalam menyelesaikan laporan karena informasinya mendadak banget kalo hari ini harus seminar, padahal aku belum lagi penarikan dari tempat magang. ya...udah sistem kebut semalam terjadilah. Parahnya setelah semalam begadang, komputernya ngadat, flashdisk ngga bisa terbaca. Segala macam cara diusahakan hingga akhirnya hampir pasrah, mungkin udah nasib dapat nilai 'error'. Akhirnya jalan terakhir ngasih masuk file itu ke disket (pake cara lama), setelah itu berangkat ke kampus ama temanku( malam ini aku ngga nginap dirumah).
Sampe kampus dosennya udah masuk, kamipun nyari ruangan, katanya di ruang seminar, jadilah kami menunggu disana, mau buka pintu tapi terkunci, sedang ngga ada satu Hp pun yang aktif. Kami kembali lemas, akhirnya milih jalan lain, memperbaiki kembali laporan itu.
Setelah selesai dan teman-temanku udah berkeliaran diluar, mereka cerita kalo ruangannya udah dipindahin, dan tentu saja kami menunggu di tempat yang salah. Teman kelompokku jengkel, kok ngga ada sih satupun yang sms kami kalo tempatnya udah dipindahin.
Dosennya katanya lagi badmood, jadinya kami tunda ketemu dosennya. katanya seminar dipercepat karena ia mo keluar negeri.
Ngga tau kenapa aku semakin ngga tahan dengan kondisi perkuliahan, semakin tak bisa dimengerti.
aku malas banget jadwal final berubah terus, aku sadar kok kalo aku emang malas ke kampus, tapi sistem yang ada juga ngga aku suka.

Andai bisa aku ingin belajar otodidak, ngga perlu menunggu dosen setiap mo kuliah, sementara yang ditunggu belum tentu hadir.

Monday, December 25, 2006

cuap-cuap

Tadi siang aku membaca ‘meraih cinta ilahi’nya Kang Jalal. Ada sebuah cerita ketika rabi’ah di lamar oleh Hasan al-bashri. Rabi’ah menolak lamaran itu dengan mengajukan pertanyaan.
“menurut anda berapa persenkah nafsu perempuan di banding laki-laki? Hasan menjawab 90 nafsu perempuan dan 10 nafsu laki-laki. Rabiah melnjutkan “berapa perbandingan akal perempuan di bandingkan akal laki-laki? Dan hasan kembali mejawab akal laki-laki 90 sementara perempuan 10” lalu rabiah berkata “ mengapa saya yang memiliki akan 10 persen bisa mengendalikan nafsuku yang 90 persen, sementara kamu yang memiliki akan 90 tidak bisa menaklukkan 10 akalmu!”
Aku jadi kembali teringat masalah poligami yang masih marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Ketika berdialog dengan laki-laki, mereka dengan berbagai alasan menganggap poligami sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan ada yang mengatakan bahwa perempuan yang berdosa ketika ia melarang suaminya berpoligami dan kemudian terjadi perzinahan. Bagaimana perempuan bisa mengendalikan nafsunya yang memiliki porsi sangat berat sementara laki-laki seenak hati dengan berbagai alasan membenarkan setiap pernyataannya.
Tak adil…kenapa pada setiap masalah perempuan seringkali disalahkan…kenapa ketika terjadi pemerkosaan, pelecehan seksual laki-laki sering berkata bahwa perempuan yang salah karena mempertontongkan auratnya. Apa bukan laki-laki yang tak bisa menahan diri. Manusia bebas menjalankan aktifitasnya, bukankah kita makhluk yang merdeka. Seperti cerita rabi’ah, kenapa laki-laki justru yang tak bisa menahan nafsunya, padahal perempuan memiliki lebih banyak nafsu. Perempuan seenaknya sering dijadikan kambing hitam pada setiap masalah yang terjadi dalam masyarakat.
Buat aku tak masuk akal ketika laki-laki seenak hati menjadikan jumlah perempuan sebagai alasan untuk berpoligami, apa itu bisa dijadikan alasan…saya pikir tidak bisa…!
Sangat susah untuk mengukur nilai adil, apalagi kebutuhan batiniah seseorang, ketika poligami dijadikan alasan untuk menolong perempuan…saya pikir itu tak jelas dan tidak bisa kita ukur. Juga tak bisa kita tahu bagaimana niat itu ada…”apa betul seperti itu”
Ehm…aku jadi senyum-senyum sendiri membayangkan perempuan sebenarnya lebih tangguh dibandingkan laki-laki. Gimana ngga…perempuan dalam mengambil keputusan tidak main serobot saja, tapi penuh pertimbangan, melihat masalah dari berbagai sisi barulah mencari jalan penyelesaiannya. Kalo dikatakan perempuan sangat cengeng dan terkesan lemah, aku piker bukan karena itu. Menangis bukan pada masalah lemah atau tidaknya seseorang. Orang bisa menangis karena bahagia juga karena bersedih, menahan diri dari perasaan yang kita alami dengan beralasan lemah sebenarnya muna’ kenapa harus menyimpan dan berpura-pura dengan kelemahan yang kita punya. Kenapa selalu mau dikatakan ‘hero’ apalagi kalo kita memang tak punya kapasitas untuk itu.

Catatan dari Balocci

Matahari telah lama berpindah ke ruas lain dari bumi azan magrib bahkan telah lama pergi ketika mobi unhas dan sebuah truk tentara bergerak meninggalkan UNHAS, akhirnya aku pergi juga setelah lama berpikir, “pergi ngga ya? “ aku sebenarnya tak punya persiapan banyak, ngga ada ransom , tasku hanya berisi 2 baju ganti dan selebihnya jaket untuk menahan dinginnya Balocci.
Kakak-kakak di pramuka akan menerima tamu racananya menjadi anggota di rumah kami. Telah lama aku tak muncul ditempat itu dan beberapa orang dengan sabar terus mencariku di pers (maafkan aku kalo beberapa minggu ini menghilang, tak ada maksud selain banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan). Waktu dua jam tak terasa, mungkin karena hati sedang riang, akhirnya aku bisa juga heiking lagi, (di acara WWN kemarin aku ngga jadi ikut karena sakit duluan). Betul juga pandangan Heidegger tentang waktu, itu tergantung bagaimana perasaan kita. Lama atau tidaknya tergantung bagaimana melihatnya.
Setelah menyimpan semua barang yang dibawa dalam sebuah gedung tak layak pakai, tak ada pintu dengan lantai yang belum di tegel, penuh dengan debu dan pasir. Cahaya bintang tak mampu menerangi kami apalagi dalam ruangan itu. Lolongan anjing terdengar sangat dekat, mungkin karena kami orang baru di desa ini. Semua peserta di kumpulkan dilapangan, mereka harus bersiap memulai perjalanannya, heiking harus dilalui oleh tamu racana untuk bisa dilantik menjadi anggota, dan bukan hanya itu masih ada dewan kehormatan yang akan memberikan sekian pertanyaan.
Ada 26 peserta 14 putra dan 12 putri, mereka kemudian dibagi menjadi 6 reka (kelompok) tentu saja dipisahkan karena pramuka merupakan satuan terpisah. Tak akan ada yang mendampingi mereka dalam perjalanan, mereka hanya berpedoman pada kompas dengan menggunakan selembar kertas berisi cerita yang akan membawa mereka ke pos-pos dimana beberapa reka kerja dan kakak-kakak purna telah menanti dengan sebuah games.
Heiking kali ini dilakukan dengan metode semi out bond, tidak ada kekerasan atau perintah-perintah tak berguna, sebuah games akan memberi pelajaran baru dan membuat peserta semakin dekat. Ada 5 pos yang harus dilalui, dari hasil rapat reka kerja dengan kakak purna mereka akan menemuiku di pos 5.
Jam 12 satu persatu reka diberangkatkan, semuanya berjalan tenang. Mereka yang menentukan sendiri siapa yang duluan berangkat dengan memecahkan sandi yang diberikan. Reka yang duluan selesai tentu saja duluan diberangkatkan.
Pagi-pagi setelah membantu menyiapkan bubur kacang ijo buat peserta, aku, kak fitri dan kak wana berangkat ke pos 5, kami akan menunggu peserta disana. Gemercik air terdengar, matahari belum menyengat, kami memilih duduk dekat pintu air, menggelar matras yang aku bawa, dan menikmati indahnya pagi. Pegunungan karst menjulang dimana-mana.
“berapa lama gunung-gunung ini akan bertahan, suatu hari ia mungkin akan dihancurkan oleh perusahaan Tonasa, mengolahnya menjadi semen untuk membangun mall-mal yang akan menelan masyarakat miskin, ntahlah….”
Kali ini aku harus merasakan waktu berjalan lambat, bosan juga tak ada kerjaan, belum lagi matahari yang semakin meninggi dan tentu mengeluarkan energi panas. Aku mencari tempat yang baik untuk merendam kakiku, juga mencuci muka yang mulai berkeringat.
Sejam-dua jam, lima jam berlalu tak satupun reka yang muncul, apa mereka kesasar ya…kak lia muncul ntah dari arah mana, aku tak tau arah mata angin ditempat ini, yang jelas kami berada di daerah perkampungan. Kak lia hanya menemukan barang-barang kami, sedang kami bertiga berteduh di pinggir sungai menikmati kupu-kupu yang beterbangan mencari madu.
Kak jun muncul dengan mengendarai motor, ia dari pos 4. karena kepanasan akhirnya kami kembali mencari tempat berteduh, berjalan lebih seratus meter akhirnya mendapat tempat yang teduh kami menyeberangi sungai, tidak terlalu dalam hanya sebatas lutut, jadi peserta bisa berendam setelah semalaman melalui perjalanannya melewati hutan, sawah.
“Siap gerak…’
“Kepada kakak penjaga pos… hormat gerak”
“Lapor…”
Sebuah ritual yang harus mereka lakukan setiap masuk sebuah pos, aku menyerahkan secarik kertas berisi games. Sebuah petunjuk 1 + 1= C untuk memecahkan sandi itu “lilitkan badanmu dan buatlah lingkaran”
“kak gimana mengerjakannya???”
Akhirnya kak jun turun tangan memberi petunjuk lanjut gimana menyelesaikan gemes itu, kami tak hentinya tertawa melihat peserta yang menggunakan segala cara untuk bisa keluar dari lilitan tangan dimana tangan peserta yang satu dengan lainnya saling mengait dan mereka harus melepaskan kaitan itu dan membuat lingkaran tanpa pernah melepaskan pegangan tangannya. Kapan peserta melepaskan tangannya mereka harus mengulang kembali dari awal permainan tadi.
Satu reka basah kuyup, kami pun berbasah-basahan, air yang mengalir membuat kami bermain, berenang, merendam kaki dan akhirnya berbasah-basahan. Pesertanya belum bisa menyelesaikan games itu, sementara beberapa orang telah menggigil kedinginan, dan sakit perut. Mereka diminta untuk istirahat beberapa menit di pinggir sungai, karena takut kalo terus membiarkan mereka dalam air nanti jadi sakit.
“kami telah menerima materi dan siap melanjutkan perjalanan. Laporan selesai”
Aku memberikan petunjuk berikutnya “ular…………………….lari………………..lurus………….ular hitam …………………….tolong……….” petunjuk itu akan membawa mereka hingga base camp.
“Kepada kakak penjaga pos hormat gerak”
“Balik kanan maju jalan…” ritual itu kembali dilaksanakan.
Satu persatu reka masuk ke pos 5, untuk membuat mereka tak menumpuk sekalian saja disuruh mengerjakan gamesnya, siapapun yang cepat menyelesaikan gamesnya bisa melanjutkan perjalanannya.
Ehm….minggu 24 desember peserta telah menjadi bagian dari kami setelah melewati upacara penerimaan anggota gugus depan dan anggota racana. Tak ada lagi tamu, kita telah menyatu, dengan sekian pelajaran yang semoga saja berarti.
Untuk mengisi kekosongan kami ke air terjun untuk mandi, kuat juga pikirku berjalan kurang lebih setengah jam hanya untuk mandi, sementara mata belum pernah terpejam.

Thursday, December 21, 2006

happy mother,s day

ehm...hari ibu...
selamat ya Bu...

ibu...bundaku
ibu...pertiwi
ibu..guru
buat semua ibu yang telah melahirkan kita,
jasamu tak terhitung dan tak mampu dibalas.

sedikit cerita tentang hari ini

kemarin teman-teman memintaku menulis tentang "ibu" aku tak tau mau menulis apa. apa yang hendak aku ceritakan tentang bunda, pengebdian, tugas mulia, sebuah perjuangan dan doa-doa untuk anak-anaknya.
tak ada tanda mata yang bisa kuberikan hari ini pada bunda, juga tak ada ucapan selamat karena aku tau bunda tak mengenal hari ini selain sebagai hari "jum'at" dimana engkau akan memaksa adikku untuk pergi ke mesjid, juga tetap dengan rutinitas harianmu yang tak jauh berbeda dengan kemarin dan mungkin hari esok.
tak ada ucapan selamat juga kado bunda...
aku tau kado sebanyak apapun tak akan mampu mengganti pengorbananmu padaku.
engkaulah guru dari segala guru, seorang sahabat, tak ada pamrih yang engkau harapkan dari anak-anakmu.
seperti ibu pertiwi yang tak mampu berkata apa-apa ketika anak-anaknya terus menguras isi perutnya, ia hanya bisa bertahan dengan menjaga keseimbangannya, jadi jangan menyalahkan ibu pertiwi ketika gempa, tsunami, atau banjir terjadi itu bukan salahnya, tapi salah anak-anaknya.
aku sangat rindu pada ibu...

HAPPY MOTHER"S DAY
UNTUK IBU dimanapun kau berada
kasih ibu sepanjang masa

Sunday, December 17, 2006

belajar lagi ya....

Ada banyak hal yang tak aku pahami, hubungan persahabatan, teman, musuh dan pacaran...Setiap orang punya cara yang berbeda dan juga selalu ada pemaknaan yang berbeda. Kemarin aku membuat seseorang marah dan sampai hari ini mataku masih sulit untuk terpejam. Apakah rasa bersalah atau karena aku tak ingin merusak hubunganku dengan siapapun. ntahlah....

Aku jadi ingin bertanya pada seorang sahabat "Rian" gimana hubungan kita selama ini. apakah persahabatan itu salah juga dengan ikatan persaudaraan dan apakah ketika engkau telah mempunyai seorang pendamping hubungan kita akan mempunyai jarak dengan sendirinya.

Ada apa dengan pacaran, aku ngga ngerti gimana memaknai pacaran, apakah itu hubungan antara dua pasang manusia dan hubungan yang seperti apa...???Apakah mengikat seperti layaknya perkawinan dan sebuah kesepakatan atau mungkin membangun komitmen. Lantas seperti apa keadilan itu, apakah keadilan yang kita pahami adalah sama-sama merasakan atau seperti apa...??? Aku kira adil itu ketika menempatkan sesuatu pada porsinya, keadilan gender bukan berarti apa yang diterima laki-laki juga harus diterima perempuan.

Menyedihkan untuk mengambil sebuah keputusan yang tak banyak dijalani tau mungkin lari dari kebiasaan, merokok, jadi tukang demo, pacaran dengan sejenis, atau hal-hal yang masih dianggap tabu lainnya. Setiap putusan punya konsekuensi masing-masing. Dan sangat susah untuk mempercayai orang lain, aku jadi teringat pada seorang kakak yang mengatakan jangan mudah percaya pada orang lain.
Aku masih harus belajar banyak tentang hidup yang lebih keras dari yang ada di benakku.

Terima kasih untuk kasih yang tak terucap.

Saturday, December 16, 2006

aku lagi bingung banget, dapat masalah yang membuatku kebingungan sendiri....
bingung ,sakit kepala jadinya, trus udah ngga bisa nulis lagi, maunya sendiri............aja. tapi ngga ada teman, apalagi sekarang malam minggu, teman-teman pada keluar ama pacarnya.semoga ketenangan danau akan ikut menenangkanku.

Thursday, December 14, 2006

heran dengan kondis saat ini, mau tampil sebagai hero sering dilakukan banyak orang, padahal pengetahuan yang dimiliki pun tak seberapa. merasa diri paling benar dan yang lain salah , sehingga menempatkan orang lain sebagai orang kedua dan tak berarti, sesuatu yang salah dan harusnya dilihat kembali. Apa sangat susah menempatkan orang lain pada posisi yang imbang, tanpa harus melihat seperti apa di, terus liat jenis kelaminnya. sekali lagi semua manusia sama saja, kita sama-sama dilahirkan dalam keadaan telanjang bulat, ngga ada perbedaan.
ketika orang merasa mapan, maka pengetahuan dari sekelilingnya akan menjadi tak berarti dan yang ada menutup diri untuk menerima lingkugan kita.

setiap orang dilahrkan berbeda, tak ada sesuatu yang sama persisi sekalipun itu kembar. maka terimalah perbedaan itu sebagai sebuah kekayaan.

Tuesday, December 12, 2006

maraknya poligami

masalah poligami saat ini lagi mencuak, pernikahan aa gym yang notabene seorang dai menimbulkan kontroversi, ini menjadi wacana menarik dan sering diperbincangkan. pandangan yang berbeda tentu lahir perempuan yang menolak dan laki-laki yang sepakat saja dan bahkan mendukung poligami tersebut. gimana menanggapinya...???

buat aku poligami adalah sesuati yang mubah, bukan sunnah seperti yang dikatakan sebagian laki-laki. dalil yang ada buat aku sebenarnya menjadi peringatan untuk tak melakukan poligami, karena dikatakan kalo bisa berbuat adil, sedang kalo tidak sebaiknya ngga usah melakukan poligami cukup dengan satu istri. apa mampu memberi keadilan...???

kenapa perempuan sebagian tak membantah ketika suaminya akan berpoligami, ia hanya diam, kenapa karena konstruksi yang dibangun sejak awal atas posisi perempuan sebagai orang kedua dan anggapan seorang istri harus melayani membuat perempuan tak bisa berbicara. superior ini yang membuat suami seenak hati.
perempuan dan laki-laki dilahirkan sama, tak ada pembedaan.

lain kali dilanjutin.............

Thursday, November 23, 2006

????????????????

Ketika semua media memberitakan tentang aksi mahasiswa hampir di seantero indonesia, Makassar harus puas dengan berita tentang tawuran yang kembali di kampus UNM. Citra buruk pun kembali harus disandang mahasiswa makassar. Padahal itu tak berlaku pada semua mahasiswa makassar. Citra buruk yang buatku seperti sebuah rekayasa yang dilakukan oleh sekelompok oknum yang memang ingin memperlihatkan kebobrokan mahasiswa makassar. Dihari yang sama sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam GAM makassar (bukan GAM Aceh), tapi ini dibentuk murni untuk melawan semua kebijakan yang tak berpihak pada mahasiswa dan rakyat kecil. Timbul pertanyaan mampukah GAM melakukan tugasnya, apakah itu akan membawa perubahan dan sejauh mana ia akan terus bertahan melawan para pengambil kebijakan itu.

Aksi 20 november yang menolak kedatangan bush, harus berakhir cepat karena tawuran yang kembali terulang di kampus UNM parangtambung. Sebegitu bobrokkah sebagian mahasiswa yang ada....????hanya tau berkelahi dengan temannya sendiri lantaran persoalan yang sebenarnya bisa dibicarakan dengan kepala dingin, sejauh mana harga diri itu ia pertahankan lantaran karena sebuah pukulan. Apakah hanya itu yang bisa kita pikirkan, kenapa tak ada waktu untuk memikirkan kondisi bangsa yang semakin dizalimi, bukankah itu jauh lebih sakit kebanding sebuah pukulan. ”siri” bagi bugis makassar harus dipertaruhkan sekalipun dengan nyawa, lantas kenapa pelecehan terhadap mahasiswa sedikitpun tak ditanggapi, masih banyak yang harus kita renungkan tak sekedar memikirkan kapan tawuran...

Ketika aksi kemarin hanya ada beberapa mahasiswa yang ikut, dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang sedang tawuran di kampus sana. Bush telah menginjakkan kakinya di negara yang kita cintai, ia adalah penjahat bangsa yang seharusnya kita lawan, bukan malah berkelahi dengan saudara sendiri. Kedatangan bush menorehkan luka yang dalam bagi bumi pertiwi, tidakkah kedatangannya semakin memperburuk kondisi bangsa kita...dengan iming-iming hendak membantu kondisi bangsa yang sedang terpuruk, dengan janji investasi yang akan semakin memperbanyak utang dan bantuan-bantuan yang akan membuat mereka tunduk pada setiap perintah darinya.

Apakah kita tidak sedang terjajah????????

Sepenggal Kisah dari Pattunuang

Setiap melewati Kabupaten Maros Pangkep aku selalu terkagum-kagum dengan sederetan pegunungan yang masih hijau, keinginan untuk bertegur sapa tak pernah lekang dari angan. Aku selalu merindukan bersua dengan setiap makhluk yang menghuni kawasan ini. Gunung yang menjulang dan menyimpan berbagai kekayaan alam yang tak terhitung. Dari berbagai media aku tahu daerah tersebut mempunyai luas 43.750ha, dan 20.000 diantaranya dijadikan area Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Awal September, kawan-kawan dari korpala sibuk membuat Baliho, iseng-iseng aku mencari tau kegiatan apa yang akan mereka lakukan, diatara kesibukan warga PKM lainnya dengan rangkaian Dies Natalis ke 50 UNHAS. Caving Clinic yang diadakan bersamaan dengan puncak perayaan dies. Karena kegiatannya untuk umum, aku mendaftarkan diri menjadi salah seorang peserta, tapi belakangan aku tau kalo pesertanya hampir semuanya dari MAPALA kecuali aku dengan Ani dari Pers, tapi itu bukan halangan untuk ikut.
Jumat, 8 september, peserta yang berjumlah 26 orang dari berbagai MAPALA yang ada di makassar dan luar makassar meninggalkan kampus UNHAS dengan menggunakan 3 pete-pete ke kawasan Pattunuang Asue. Indahnya alam disekitar kami membuat perjalanan tak terasa. Berbagai perasaan bercampur baur, untuk pertama kalinya aku akan memasuki gua, yang selama ini aku sering dengar.
Matahari mulai sembunyi di balik gunung-gunung karst, ketika kami sampai di lokasi, rona kemerahan menyembul malu diantara pohon-pohon yang tumbuh menjulang. Lokasinya lumayan terpencil, hanya ada sebuah aliran air yang kecil, beberapa peserta langsung mengambil air minum dari sana. Aku jadi tau aku juga akan melakukan hal yang sama untuk minum. Kami berada di pinggir sebuah tebing, tenda didirikan diantara pohon-pohon kemiri. Cukup bagus untuk melindungi diri dari teriknya mentari kala siang.
Gelap mulai bertandang sayang ia tak bertahan lama, ada rembulan yang bersinar terang dihiasi taburan bintang dengan kemilaunya yang indah. Karena backgroundku bukan dari MAPALA banyak peralatan yang tak aku bawa, carrierku hanya diisi sleeping bag dan pakaian serta sedikit ransum. Panitia jadi satu-satunya harapan untuk numpang tidur, kemungkinan terburuk harus tidur di alam bebas. Salah satu peserta sendirian membangun tendanya, Ani dan Kasuari seorang mahasiswa UNISMUH mendekat setelah sedikit basa basi akhirnya meminta tumpangan untuk kami bertiga juga untuk memasak karena aku tak tau menggunakan kompor lapangan jadilah itu tugas dari Ammar dan Kasuari yang terakhir aku tau bernama HAjar. Selesai mengisi perut, panitia mendatangi tenda-tenda mengundang kami berdiskusi dengan dua orang dosen UNHAS. Sebenarnya sangat malas beranjak dari depan tenda, aku sangat suka tempatnya. Berada di alam terbuka dan menikmati keindahannya.
Dari materi itu aku tau ternyata kawasan pegunungan ini ternyata terdiri dari karst. Sebuah bentukan alam yang didominasi oleh larutan, batu kapur, gypsum dan salt. Kawasan karst Bantimurung Bulusaraung dianggap cukup unik karena terdiri dari tower-tower karts mulai yang kecil hingga tower besar, dan dianggap satu-satunya didunia. Kawasan karst bantimurung bulusaraung mempunyai banyak daya tarik, salah satunya peninggalan prasejarah yang belum terungkap, contoh kecil dapat dilihat pada gua leang-leang, gambar babi, perahu, tapak tangan yang semuanya sangat sederhana.
Banyaknya tanaman endemic yang banyak bermanfaat untuk manusia, diantara 199 pohon oleh Pak Imran (dosen Kehuatanan UNHAS) ditemukan 53 diantaranya berfungsi sebagai tanaman obat. Sayangnya karena tumbuh diatas karst, jadi membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh kembali, maka floranya diaggap tidak dapat diperbaharui. Hubungan antara flora dan fauna di luar gua dengan didalamnya sangat erat, ketika vegetasi diatas karst rusak maka didalam gua itu sendiri akan mengalami kehancuran, karena antara keduanya terdapat hubungan timbal balik.
Peserta dibagi 4 kelompok, yang berjumlah 8-9 orang. Masing-masing kelompok akan melakukan pemetaan. Aku dan kelompokku mendapat gua Tajjuddin. Jam 08.00 pagi kami semua telah siap dengan berbagai peralatan mulai dari rol meter, klinometer, kompas, peralatan SRT, jam tangan, termasuk senter yang wajib bagi tiap peserta. Kenalan dengan anggaota tim dan ternyata sangat kocak kecuali seorang Togar yang tak pernah tertawa, hanya sesungging senyum setiap guyongan dilontarkan Biku . Jarak antara base camp dengan gua cukup jauh, hampir sejam kami berjalan melintasi kebun, jalan raya dan hutan-hutan yang tidak terlalu lebat. Gua tajjuddin adalah salah satu gua horizontal vertical yang terletak di desa Samanggi. Selain melakukan pemetaan kami akan mencari hubungan hidrologi antara gua ini dengan gua saloaja. Dimulut gua kami menemukan aliran sungai pangia yang menghilang, dan dari peta sebuah sungai tiba-tiba muncul dari gua saloaja. Gambaran itu memperkuat kalau ada hubungan antara keduanya. Sebelum masuk ke mulut gua kami menerima materi pengantar tentang Maping dari Kak Halim, menurutku ini tak jauh beda ketika membuat peta pita. Untuk melakukan pemetaan kita harus membentuk stasiun, ada beberapa macam cara menentukan jarak antara stasiun satu dengan yang lainnya dilihat dari titik pandang.
Selain batu-batu sungai juga terdapat banyak ornamen gua yang sangat indah, beberapa flower stone, pilar, gorden, stalagnit, dan stalagtit menghiasi gua. Beberapa puluh meter berjalan kami menemukan sumuran gua dengan kedalaman 21 meter yang untuk turun kebawa harus menggunakan SRT. Aku sangat bersyukur pernah latihan beberapa kali ketika masih SMU. Aku meminta bantuan kak Sri, untuk memasang alat Bantu untuk turun, sangat ribet untukku, mulai dari berbagai macam carabiner, jummer, webbing dan peralatan lain yang tak aku tau namanya. Setelah Rama turun aku menyusul kemudian, tidak terlalu sukar untuk turun, bahkan lebih nyaman ketimbang berjalan, karena kita tak perlu mengeluarkan banyak tenaga. sampai dibawa setelah melepaskan diri dari tali, aku dan rama kembali berjalan dan menemukan ikan endemic gua yang meneurut rama tidak mempunyai mata. Warnanya juga putih karena pigmen kulitnya telah berkurang. Informasi lain yang aku dapat ternyata hampir semua hewan yang menghuni gua tidak mempunyai mata.
Aku dan Rama kembali ke sumuran tadi menunggu teman-teman yang lainnya turun dan melanjutkan perjalanan. Aku mengamati kondisi gua yang sangat kering, kemarau telah menguras air sungai pangia.melihat ke atap gua ada mulut lain, tapi sangat terjal dan susah untuk dilalui. Kami melanjutkan perjalan setelah semunya turun, dan tetap meneruskan pemetaan, berhenti di detiap stasiun untuk mengukur jarak, kemiringan, jarak stasiun dengan dinding kiri, kanan, atas dan bawahnya. Sekian meter berjalan kami kembali menemukan sisi vertical, jaraknya cukup pendek sekitar 5 meter tapi didasarnya sebuah cekukan air yang cukup dalam telah menanti. Jam 13.00 akhirnya kami sampai di ujung gua, yang ada adalah air yang tak mengalir, ada sekian banyak tumpukan kayu dan sampah yang menutup aliran air itu. Kami harus menunggu hingga jam 14.00 untuk menaburkan serbuk gergaji yang telah dibawa. sebenarnya sangat susah untuk mendapatkan serbuk gergaji itu sampai ke teman-teman di gua saloaja selain air yang tak mengalir , tumpukan sampah itu juga akan menghambatnya. Selesai menaburkannya, kami kembali berjalan sebelum cekukan air kami melakukan penghitungan debit air, tapi sangat tidak maksimal karena air yang tergenang jadi sangat susah untuk mendapatkan debit airnya.
Hawa dingin merasuk ke tulang-tulang menemani perjalanan kemulut gua. Lelah, bercampur bahagia melewati perjalanan tadi, dengan pakaian yang kotor dan basah kami kembali ke base camp untuk istirahat, masih ada gua lain yang harus kami masuki esok.
Hari kedua, seperti kemarin kami siap berangkat jam 08.00 pagi, ada dua gua yang harus kami masuki gua ……dan gua saleh. Dua kali melewati jalur yang sama karena kami bingung dengan jalur yang harus dilalui, pencarian jalan yang tak sia-sia, gunung karst yang sangat indah namun sepertinya tak aktif lagi. Bagian gunung yang sangat indah diluar ternyata tak dapat kami nikmati didalamnya, yang ada hanyalah reruntuhan atap gua, teras, jendela tak lagi dapat ditemukan, beberapa ornament bahkan telah patah dan rusak entah oleh perbuatan manusia atau oleh aktivitas alam itu sendiri. Sedih melihat kondisi alam yang semakin hancur, ada berapa orang yang mau peduli dengan kekayaan alam yang kita miliki.
Manusia hanya tau mengambil dan mengambil tanpa berpikir panjang untuk memelihara dan menjaganya, berapa tahun lagi bisa kita nikmati kalau tangan-tangan jahil terus merambahnya. Hutan adalah sumber kehidupan manusia, menyimpan berbagai kekayaan alam termasuk mensuplai air untuk digunakan manusia.
Kali ini perjalanan kami lebih santai dibandingkan hari pertama, karena tak ada lagi materi, tidak ada lagi pemetaan gua. Suasana riang terus menemani, kebersamaan yang tak mungkin bisa hilang begitu saja. Biku dari UIN masih sibuk dengan ngocolnya yang membuat perut kami kesakitan menahan tawa.
Ada dua gua yang kami masuki dengan kelebihan yang berbeda melihat mutiara gua, jendela, air mancur semuanya sangat indah dan membuatku terkagum-kagum akan karya yang tak bisa tertandingi, sayang manusia terlalu serakah dan tidak tau berterima kasih atas semua itu.
Hutan yang kami lewati tak terlalu lebat, sinar mentari menemani perjalanan kami kembali ke base camp dengan sekian cerita yang akan menjadi hadiah buat teman-teman yang ada di Makassar.

Thursday, November 16, 2006

ketika suara kami harus dibungkam

Rentetan masalah yang terus melanda kondisi pergerakan mahasiswa. apakah semangat mulai padam untuk memperjuangkan kebenaran yang kita yakini bersama. dan ketika kita tak lagi punya hak suara, karena hendak dimatikan oleh para pengambil kebijakan yang terhormat.apakah kita hanya akan terdiam dan membiarkannya tetap seperti itu.
Pencarian jati diri apa yang akan dilakukan kalo kita sudah tak lagi mampu mempertahankan keyakinan kita, atau mungkin memang ia telah hilang ditelan jargon-jargon kapitalis....

Perjuangan panjang mahasiswa ketika meruntuhkan orde baru apa mungkin akan menjadi tak berarti. Seperti apa langkah yang harus kita ambil saat ini, apa hanya diammmm melongo dan melihat semua itu dengan mata terbuka....

Dimana sisi kemahasiswaan kita, fungsi kita yang seharusnya ketika melihat kawan-kawan ketua BEM UNM harus diseret ke tahanan dari kampusnya sendiri bahkan dengan tindakan kekerasan, juga bagaimana kawan kita di sospol yang harus di skorsing bahkan ada yang diusulkan DO karena masalah pengkaderannya, atau juga mungkin kita masih ingat bagaimana kawan-kawan kita di Kehutanan yang harus di errorkan nilainya oleh para dosen yang terhormat hanya karena melakukan aksi.

Suara kita mulai dibungkam, kita diharuskan menjadi anak patuh dan hormat...sistem feodalisme sepertinya kembali diterapkan di bangsa ini.

Tak lama lagi kaum kapitalis akan bertepuk tangan dengan riuhnya, ketika melihat kampus juga telah berhasil ia raih, 2010 katanya semua kampus yang ada di Indonesi akan menjadi BHP, jadilah orang yang mengerti dirimu ketika tak bisa lagi kuliah diperguruan tinggi....sa jadi teringat ketika salah seorang dosen mengatakan "tau diriko...kalo memang tidak bisa" apa yang salah dengan keinginan itu.
Pemerintahkah yang harus disalahkan atau siapa....katanya pendidikan itu hak rakyat, lantas dimana letaknya kalo mulai diswastanisasikan.......?????????????????????

Wednesday, November 8, 2006

On Air CAKA FM

setelah beberapa lama mati suri akhirnya CAKA FM kembali mengudara sejak 6 november 2006. selamat dan sukses semoga senantiasa menjadi media perlawanan untuk menyerukan ketidakadilan yang sedang terjadi.

lama ngga ngisi blog. "TAKABBALALLAHU MINNA WAMINKUM" mohon maaf lahir batin.