Sunday, January 28, 2007
sekolah alternatif
Tapi menyenangkan bisa menghabiskan sore bersama anak-anak jalanan.
Ntah apa yang tepat untuk mereka.
Buat aku sih bukan anak jalanan.
mungkin karena mereka selalu menghabiskan waktunya dijalan kali ya...
danau tempat mereka ngumpul setiap minggu sore. dua puluhan anak-anak mulai dari yang tidak sekolah hingga anak kelas enam SD. pertamanya hanya ada aku dan kak dedy, juga lima anak-anak itu. menemani mereka manjat pohon. mau ambil buahnya. tapi ngga jadi tangganya runtuh. kasian juga. tapi mereka bukan anak manja. dengan sebilah bambu anak itu bisa turun.
ngga lama niar muncul dengan puluhan anak-anak lainnya. ngga tau gimana ia membawa anak-anak itu. kami bertiga menghadapi piluhan anak kecil. biar ngga terlalu kerepotan, kami membagi tiga anak-anak itu. niar dengan anak-anak yang belum sekolah dan ngga tau membaca. aku dengan putri-putrinya yang udah tau membaca. terus kak ded dengan anak laki-laki. tapi masih susah membuat mereka tenang. ribut, berkelahi, mengganggu sekelompok mahasiswa lainnya yang sibuk kajian.
susah membuat mereka nurut.
aku senang bersama mereka, bernyanyi, main, nelajar membaca, berhitung semuanya dengan senang hati.
aku bisa tertawa bebas.
Friday, January 19, 2007
Indonesiaku sayang
Sampai kapan...indonesia lepas dari semua masalah yang dihadapinya.
pergantian tahun baru Islam semakin dekat. aku berpikir apa yang akan terjadi?apa akan seperti taon baru kemarin, bencana datang berentetan. kasus flu burung yang telah merenggut sekian nyawa, kapal tenggelam, adam air yang belum ditemukan.
Ada harapan tersimpan...bukankah kita harus selalu optimis.
taon baru selalu melahirkan harapan.
akan hidup yang lebih baik.
Rakyat yang semakin dimiskinkan, aku pernah diskusi dengan seseorang, ketika menikmati malam di tepi losari.
"mereka bukan orang yang malas" ucapku ketika melihat beberapa anak-anak masih mengais sampah, mencari botol-botol bekas di pinggir losari.
iya...bagaimana mungkin petani yang setiap hari berangkat sebelum matahari terbit dan kembali ketika mentari beranjak ke barat. tapi kehidupan mereka tetap tak berubah. anak-anak jalanan yang dengan semangat mau belajar tapi tak punya kesempatan karena hidup yang terlalu keras. mereka harus berpikir bagaimana mendapat makan hari ini, bukan sekedar bermain di mall, main PS, komputer dan menjadi anak manja.
Mereka anak-anak yang kuat.
siapa yang memiskinkan siapa...
apa mereka yang memiskinkan dirinya sendiri. tidak...aku tau mereka bukan orang-orang yang malas. mereka pekerja keras.
siapa yang menutup kran-kran kehidupan mereka.
Pemerintah yang tak becus, lebih memilih menaikkan tunjangan dewan ketimbang memberikan uang itu pada rakyat miskin. siapa yang hendak di sejahterahkan anggota dewan agar tutup mulut atau rakyat yang sedang menangis.
Tak ada perlawanan karena mereka terbungkam.
mahasiswa saja kehilangan nilai. mereka terbungkam dengan skorsing dan penjara.
Thursday, January 18, 2007
Ketika Rokok Menggerogoti Manusia
Beberapa hari aku nginap di PKM, rindu sama teman-temanku membuatku tergerak pulang. Seminggu tak ketemu mereka dan merasakan indahnya sebuah keluarga. Didalam sangat ramai, ada tamu rupanya. Aku langsung masuk kamar dan menyimpan tasku, mengambil bantal dan berbaring depan TV. Aku selalu punya kebiasaan menonton TV bersama yang lain kalo pulang.
Aku merasa aneh, asbak rokok yang biasanya tergelat begitu saja depan TV kini telah berpindah tempat, ia telah disimpan dibawah lemari, dan telah berdebu. Tak ada asap rokok hari ini. Aku kemudian bertanya kenapa asbak itu disingkirkan???ternyata temanku yang merokok telah berhenti dengan terpaksa.
“kamu memilih muntah darah atau berhenti merokok” pesan dokter katanya.
Aku tentu saja sangat senang, akhirnya ia bisa juga berhenti merokok, rokok tel;ah memperparah penyakit asmanya. Aku jadi teringat kemarin abang yang sakit sampai pingsan karena asmanya kambuh. Aku sih cuek bebek walaupun khawatir banget, cuman sempat bilang “makanya jangan merokok” tapi ia ngga kapok-kapok juga. Abang hampir tiap minggu penyakitnya kambuh dan kalo udah gitu semua akan panik…nyari obat sampe mo dibawa kerumah sakit. Iya…benar rokok memicu asma.
Sangat susah menemukan tempat yang kita bebas dari asap rokok, tapi paling ngga dirumahku asbak rokoknya sudah disimpan. Di makassar kawasan bebas asap rokok baru satu yang aku tau, di fakultasku sendiri FKM. Kalo ke FKM dan kedapatan merokok maka siapapun ia harus merogoh kocek, Rp. 50.000,- lumayan berat kan! Semoga suatu hari tempat-tempat umum di makassar akan dijadikan kawasan bebas asap rokok, berbeda dengan Jakarta dan beberapa kota besar di Jawa mulai memberlakukan kawasan bebas asap rokok di beberapa tempat umum dengan memberikan denda yang memang cukup besar.
Merokok di tempat umum merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Orang dengan seenak hati merokok di bus, pete-pete atau tempat umum lainnya dan itu sangat mengganggu sirkulasi udara sehingga kadang kita harus rela terbatuk-batuk atau sesak nafas. Setiap ada rapat apalagi sampe tengah malam, teman-teman cowok susah banget untuk ngga merokok, banyak alasanlah, dingin, ngga bisa berpikir. Ia ngga sadar kalo itu udah menyakiti temannya sendiri.
Rokok tak ubahnya dengan napza yang membuat manusia mengalami ketergantungan. Mencoba akan membuat kita ingin dan ingin lagi, untuk selanjutnya ketagihan dan tentu saja akan tergantung. Betapa tak enaknya hidup tanpa rokok. Ketika kita mengatakan bahwa merokok adalah pilihan hidup. Saya sepakat, tapi orang-orang-orang yang ada disekitar anda juga punya hak untuk tidak ikut merokok dan menikmati udara yang bersih. Kita juga harus berpikir dengan orang yang ada didekat kita, apa kita tidak sedang menyakitinya, bahkan mungkin membunuhnya secara perlahan. Perlu diketahui bahwa bahaya perokok pasif jauh lebih besar dari pada yang aktif. Orang yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dua kali lipat dibanding orang yang merokok.
Ketika aku PBL II di bantaeng dan berdiskusi masalah rokok, seorang bapak bertanya padaku tentang ayahnya yang perokok dan sampai saat itu belum pernah sakit, sementara ibunya yang tak menyentuh rokok malah terkena osteoporosis. Aku tersenyum dan menjawab kalau itu salah satu bukti kalau rokok tak hanya membunuh perokoknya tapi juga orang-orang yang ada di dekat kita.
Menurut data WHO jumlah penduduk dunia yang merokok, sekitar 1,1 juta jiwa dan 4 juta diantaranya meninggal dunia., sedangkan menurut data SKRT 2002 jumlah perokok aktif di Indonesia 75% dari jumlah penduduk yang ada. 44% diantaranya berusia 10-19 tahun. Dikatakan bahwa hampir 75% perokok dunia berasal dari Negara berkembang. Indonesia sendiri berada diurutan keempat jumlah penduduk yang merokok dengan jumlah sekitar 141 juta orang dengan korban 57 ribu perokok meninggal setiap tahun dan sekitar 500 ribu. Orang sering bertanya belum ada yang meninggal karena rokok. Tentu saja karena rokok bukan virus ganas yang langsung menyerang begitu saja dan mematikan penggunanya. Rokok adalah factor resiko berbagai penyakit yang dengan perlahan sampai berpuluh-puluh tahun dan itu lewat berbagai penyakit.
Asap rokok dapat dikatakan sebagai pabrik kimia berjalan, setiap merokok disa tu tempat terutama tempat umum maka akan menghasilkan lebih 4000 zat kimia , mulai dari tar, nikotin, arsenic (racun serangga), cadmium (bahan pembuat Accu), dan zat lainnya . 25 diantara zat-zat tersebut bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Menurut laporan WHO 2002, di antara negara-negara industri yang menganggap merokok adalah hal umum, merokok diestimasikan 90 persen menyebabkan kanker paru-paru pada pria, dan sekitar 70 persen menyebabkan kanker pada wanita. Selain itu dapat menurunkan tingkat kesuburan perempuan, juga dapat menyebabkan kemandulan, sedangkan untuk perempuan hamil, kelahiran bayi lebih awal dengan berat badan yang rendah
Di negara-negara industri ini sekitar 56-80 persen adalah penyakit pernafasan kronis dan sekitar 22 persen penyakit kardiovaskular. Rokok mengakibatkan penyakit hampir diseluruh bagian tubuh mulai dari ujung kaki hingga kepala. Mulai dari timbulnya plak gigi hingga osteoporosis. Memang pada setiap bungkus rokok selalu ada peringatan tentang bahayanya, tapi itu hanya sebagian kecil saja. Perbedaan perokok pasif dan aktif, bahwa pada perokok aktif asap yan mereka isap masih akan disaring sedang pada perokok pasif mereka langsung mengisap asap sisa dari perokok aktif. Nah disini bahaya yang ditimbulkan dua kali lebih berat.
Dihubungkan dengan relasi ketidakadilan gender hari ini, juga ternyata rokok menjadi salah satu pelecehan yang dilakukan kaum laki-laki pada perempuan. Untuk perempuan masih banyak tanggapan bahwa merokok adalah hal yang tabu, itu dilakukan oleh wanita-wanita nakal, atau pekerja seksual. Sungguh ini sesuatu yang tak bisa dibenarkan begitu saja, rokok bukan sebuah ukuran nakal, terpelajar, terhormat atau tidaknya seorang perempuan. Toh rang-orang tua dulu juga banyak yang merokok, dan sebagian menyirih. Mereka sama saja mengkonsumsi tembakau.
.
November 2006
Wednesday, January 17, 2007
kali ini ke DPRD
"tolak PP No. 37 tahun 2006"
"peraturan itu tidak berpihak pada rakyat miskin, tapi mensejahtrahkan elit-elit tertentu"
Kembali melanjutkan aksi kemarin, kali ini titik aksinya ngga di pintu satu lagi tapi udah bergerak ke gedung mewah dan masih baru di dekat tol reformasi. dari jam 9 duduk di tugu nungguin kawan-kawan bergabung. seperti biasa secara bergantian kami orasi.
Korlap sepertinya mulai kehilangan suara, dari kemarin ia terus berkoar-koar menyatakan penolakan pada PP no 37 tersebut.
ketua BEM FKM juga datang, lama ngga ketemu di aksi.
kali ini selain petaka telah ada spanduk besar terbentang, tentunya berisi penolakan. setelah massa terkumpul kami bergerak ke pintu satu, disana salah satu mobil ditahan dan tentu saja akan membawa kami ke tol reformasi.
lawan...lawan...lawan dan menang
"hancurkan resim penindas rakyat...."
sambil berjalan lagu-lagu perjuangan terus terdengar.
lagu yang membakar semangat kami, jas merah digunakan beberapa orang dari lembaga. bukti eksistensi kalo lembaga masih ada.
massa aksi sekitar 30 orang dari berbagai lembaga. mereka akan menyuarakan aspirasinya di gedung DPRD yang sejuk.
di depan gedung DPRD beberapa polisi dan penjaga telah menanti, ah masa bodoh, masuk saja...dan kembali berorasi di dalam sana.
"jangan injak rumputnya" seorang pegawai memperingatkan kami.
ehm...rumput aja dijagain, kemungkinan di import dari luar dan tentu dengan harga yang wah. tempatnya sejuk banget, walau kami tidak berada di dalam gedung. ini hanya halaman bung, tapi tak jauh beda dengan ruang ber-AC. gila banget....
beberapa lama menunggu belum ada yang keluar, dan tentu tak semuanya. katanya mereka lagi rapat, ntah membahas apa.
palingan bahas gimana caranya dapat menguras rakyat.
seorang wakil keluar, ntah dari fraksi mana, aku lupa, yang jelas katanya dulunya ia dosen.
kami berdialog beberapa saat, tapi seperti biasa janji-janji yang tak akan tersampaikan.
pernyataan sikap:
TOLAK PP 37 2006 TENTANG KENAIKAN TUNJANGAN ANGGOTA DPR
Mencermati fenomena kebangsaan yang hadir belakangan ini sungguh merupakan hal yang begitu memilukan. Berbagai persoalan yang muncul telah mengaburkan orientasi dan nasib kehidupan Rakyat Indonesia. Kebijakan Negara ternyata tidak mampu menjawab persoalan mendasar kehidupan kita. Belum habis penderitaan Rakyat lewat kemiskinan, pengangguran, akses pendidikan mahal, biaya kesehatan tinggi, bencana alam, korupsi yang masih merajalela, sekarang kita diperhadapkan pada regulasi yang justru kian memperparah keadaan. Hal ini disebabkan oleh perumusan dan penetapan PP 37 2006 tentang kenaikan tunjangan anggota DPR.
Secara prinsipil tidak pernah ada alasan rasional bagi rezim SBY-JK untuk menelurkan kebijakan tersebut. Lewat keputusan ini akan terjadi pemborosan dan pencurian uang Negara. Karena besarnya kenaikan tunjangan tersebut sangatlah tinggi. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan akan mencapai 2 sampai 4 trililiun! Sungguh jumlah yang sangat fantastis. Sedangkan secara personal tiap anggota DPR akan menerima sekitar 6 sampai 15 juta tiap bulannya. Pada saat yang sama untuk ketua dan wakil ketua mendapat 20-30 juta. Dana ini menurut pemerintah akan dialokasikan untuk pembiayaan tunjangan komunikasi pada konstituen dan dana operasional. Jelas fakta ini mencerminkan keserakahan para wakil Rakyat. Mereka ternyata lebih sibuk mengemis dan memperkaya diri dibanding memperhatikan kesejahteraan Rakyatnya. Sementara dipihak lain rakyat terus diwajibkan untuk membayar pajak yang malah hasilnya tidak pernah sampai dinikmati secara keseluruhan justru dana pajak itu dicuri secara halus dan diam-diam lewat pemberlakuan PP 37 2006 ini.
Kita dapat menganalisis kebijakan ini dalam 3 aspek. Pertama secara politis, ini membuktikan bahwa pemerintahan sby-jk lebih berpihak dan menuruti lobi politik yang terbangun antara kelompok legislative dan eksekutif. Sehingga kesan adanya pencapaian motif politik dari kelompok tertentu sangatlah kuat. Mekanisme politik yang berjalan sungguh amburadul dan penuh kemunafikan. Kedua secara ekonomi, ini adalah bentuk nyata kebijakan yang sangat memboroskan uang Negara. Seharusnya seluruh anggaran dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Jika pemerintah bisa lebih arif, dengan jumlah sampai triliunan rupiah tersebut bisa saja dialokasikan untuk biaya pendidikan, kesehatan atau membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan demikian janji-janji pemerintah untuk memperbaiki kehidupan tinggal mimpi dan omong kosong belaka. Yang ketiga, secara social ini semakin menunjukan kemana pemerintah sekarang lebih berpihak. Negara tidak mampu lagi berdiri diatas kepentingan rakyat. Keberpihakan rejim sby-jk malah tertuju pada elit-elit politik tertentu. Jika melihat kondisi objektif dan kebutuhan mendasar rakyat, kenaikan tunjangan ini tidak akan menyelesaikan apa-apa. Penumpukan kekayaan terjadi pada para pejabat Negara. Selain itu tidak ada sensisvitas atau kepekaan social dari pemerintah terhadap nasib rakyat yang masih sengsara. Seharusnya mereka menunjukan keprihatinan dan tindakan nyata untuk merespon persoalan bangsa.
Oleh karena itu, kami dengan ini menyatakan :
1. menolak secara tegas pemberlakuan PP 37 2006 tentang kenaikan tunjangan anggota DPR.
2. mendesak pada pemerintah untuk segera merealisasikan 20% dari APBN untuk sector pendidikan.
3. mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan dengan IMF, World Bank, CGI, WTO,dan lembaga donor lainnya karena akan terus menambah utang Negara.
4. menyatakan mosi tidak percaya pada pemerintahan SBY-JK.
FRONT PERJUANGAN MAHASISWA UNHAS (FPMU)
BEM FE-UH, BEM FS-UH, UKPM-UH, LIPSTIK-UH, FAM-UH,BEM Ekstensi FE-UH, BEM FK-UH, BEM FKG-UH, BEM FISIP-UH, HMI Kom.FE-UH, HIMAJI, IMMAJ-IMA FE-UH
"mereka di rampas haknya...
tergusur dan lapar...
bunda relakan darah juang kami
untuk membebaskan rakyat"
lagu darah juang mengakhiri aksi di gedung DPRD, kami kembali ke tol reformasi dan membagikan sisa selebaran.
tolak PP no.37 tahun 2006
jam 10 pagi, UKPMku telah sepi. Aku menyimpan ransel butut, berisi beberapa lembar pakaian yang hendak di cuci. Berjalan sendirian ke tugu megah UNHAS, disana telah ada beberapa kawan-kawan menunggu. Seseorang dengan megaphone terus mengajak pengguna jalan agar bergabung menolak PP No.37 tahun 2006. pusing juga liat pemerintah ambil keputusan kaya' gitu. bangsa kita dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, kok bisa-bisanya anggota Dewan lebih sibuk ngurus kenaikan tunjangan. sementara rakyat semakin banyak yang kelaparan, semakin banyak yang nganggur, ngga sekolah, belum lagi yang sakit, kena bencana.
kawan-kawan satu persatu datang. duduk di bundaran tugu. ternyata tugu ini asyik juga untuk aksi. paling ngga selain untuk gagah-gagahan tugu itu punya fungsi juga untuk mahasiswa...he3x. massanya lumayan juga. biasanya kami paling banyak 10 orang, kali ini 2x lipatnya. syukur...........masih ada anak muda yang mau melawan, walau ngga sebanding dengan mahasiswa UNHAS yang ribuan.
mahasiswa mulai kehilangan jati diri. mereka tak ubahnya dengan siswa sekolahan. harus tunduk pada dosen dan birokrat. mo jadi apa nantinya kalo kita harus terus mengikuti kemauannya yang kadang ngga berpihak pada mahasiswa
PP tersebut harus kita tolak bersama, masih banyak yang seharusnya dipikirkan oleh anggota dewan kita, juga dana yang dibutuhkan untuk mensejahterahkan rakyat. anggota dewan ada untuk rakyat demikian juga pemerintah, bukan malah untuk menyenangkan mereka dan melupakan kebutuhan rakyat.
Thursday, January 4, 2007
awal 2007
Taon Baru....
Udah lewat beberapa hari sih, tapi ngga pa-palah, "HAPPY NEW YEAR"
gimana dengan taon ini ya...heran, Indonesia terus dirundung masalah, bencana kayaknya sayang banget ama bumi indonesia. gimana ya...?Kasian banget masyarakat miskin terutama.
Aku juga sedih, awal taon apes banget, mulai dari kabar kalo kakakku sakit di pontianak, keluargaku panik banget...sampe ngga bisa tidur, lebaran idul adha jadi ngga seru. Semuanya pada sedih, bunda, dan saudara-saudaraku, aku juga. Kakakku udah diminta kembali ke sulsel tapi gimana ya...aku sih belum berani memintanya pulang. Cuaca sangat buruk awal januari ini, beberapa kapal mengalami kecelakaan sampai hari ini udah banyak korban yang berjatuhan, belum lagi pesawat adam air yang hingga hari ini belum ditemukan.
Ada sebuah email yang masuk, katanya kondisi pesawat adam air emang sebenarnya udah ngga layak pake. udah kebiasaan kali ya...masyarakat kan banyak yang suka pake barang bekas, yang jelas masih bisa kepake. Termasuk pesawat kaya'nya, apalagi dengan biaya yang murah dibandingkan penerbangan yang lainnya, kan beda banget harga yang ditawarkan apalagi kalo dibandingkan dengan garuda. orang kan suka nyari yang murah.
Nyebelin lagi kondisi kampus, hari ini aku ada seminar...setelah semalam menyelesaikan laporan karena informasinya mendadak banget kalo hari ini harus seminar, padahal aku belum lagi penarikan dari tempat magang. ya...udah sistem kebut semalam terjadilah. Parahnya setelah semalam begadang, komputernya ngadat, flashdisk ngga bisa terbaca. Segala macam cara diusahakan hingga akhirnya hampir pasrah, mungkin udah nasib dapat nilai 'error'. Akhirnya jalan terakhir ngasih masuk file itu ke disket (pake cara lama), setelah itu berangkat ke kampus ama temanku( malam ini aku ngga nginap dirumah).
Sampe kampus dosennya udah masuk, kamipun nyari ruangan, katanya di ruang seminar, jadilah kami menunggu disana, mau buka pintu tapi terkunci, sedang ngga ada satu Hp pun yang aktif. Kami kembali lemas, akhirnya milih jalan lain, memperbaiki kembali laporan itu.
Setelah selesai dan teman-temanku udah berkeliaran diluar, mereka cerita kalo ruangannya udah dipindahin, dan tentu saja kami menunggu di tempat yang salah. Teman kelompokku jengkel, kok ngga ada sih satupun yang sms kami kalo tempatnya udah dipindahin.
Dosennya katanya lagi badmood, jadinya kami tunda ketemu dosennya. katanya seminar dipercepat karena ia mo keluar negeri.
Ngga tau kenapa aku semakin ngga tahan dengan kondisi perkuliahan, semakin tak bisa dimengerti.
aku malas banget jadwal final berubah terus, aku sadar kok kalo aku emang malas ke kampus, tapi sistem yang ada juga ngga aku suka.
Andai bisa aku ingin belajar otodidak, ngga perlu menunggu dosen setiap mo kuliah, sementara yang ditunggu belum tentu hadir.
Monday, December 25, 2006
cuap-cuap
Tadi siang aku membaca ‘meraih cinta ilahi’nya Kang Jalal. Ada sebuah cerita ketika rabi’ah di lamar oleh Hasan al-bashri. Rabi’ah menolak lamaran itu dengan mengajukan pertanyaan.
“menurut anda berapa persenkah nafsu perempuan di banding laki-laki? Hasan menjawab 90 nafsu perempuan dan 10 nafsu laki-laki. Rabiah melnjutkan “berapa perbandingan akal perempuan di bandingkan akal laki-laki? Dan hasan kembali mejawab akal laki-laki 90 sementara perempuan 10” lalu rabiah berkata “ mengapa saya yang memiliki akan 10 persen bisa mengendalikan nafsuku yang 90 persen, sementara kamu yang memiliki akan 90 tidak bisa menaklukkan 10 akalmu!”
Aku jadi kembali teringat masalah poligami yang masih marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Ketika berdialog dengan laki-laki, mereka dengan berbagai alasan menganggap poligami sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan ada yang mengatakan bahwa perempuan yang berdosa ketika ia melarang suaminya berpoligami dan kemudian terjadi perzinahan. Bagaimana perempuan bisa mengendalikan nafsunya yang memiliki porsi sangat berat sementara laki-laki seenak hati dengan berbagai alasan membenarkan setiap pernyataannya.
Tak adil…kenapa pada setiap masalah perempuan seringkali disalahkan…kenapa ketika terjadi pemerkosaan, pelecehan seksual laki-laki sering berkata bahwa perempuan yang salah karena mempertontongkan auratnya. Apa bukan laki-laki yang tak bisa menahan diri. Manusia bebas menjalankan aktifitasnya, bukankah kita makhluk yang merdeka. Seperti cerita rabi’ah, kenapa laki-laki justru yang tak bisa menahan nafsunya, padahal perempuan memiliki lebih banyak nafsu. Perempuan seenaknya sering dijadikan kambing hitam pada setiap masalah yang terjadi dalam masyarakat.
Buat aku tak masuk akal ketika laki-laki seenak hati menjadikan jumlah perempuan sebagai alasan untuk berpoligami, apa itu bisa dijadikan alasan…saya pikir tidak bisa…!
Sangat susah untuk mengukur nilai adil, apalagi kebutuhan batiniah seseorang, ketika poligami dijadikan alasan untuk menolong perempuan…saya pikir itu tak jelas dan tidak bisa kita ukur. Juga tak bisa kita tahu bagaimana niat itu ada…”apa betul seperti itu”
Ehm…aku jadi senyum-senyum sendiri membayangkan perempuan sebenarnya lebih tangguh dibandingkan laki-laki. Gimana ngga…perempuan dalam mengambil keputusan tidak main serobot saja, tapi penuh pertimbangan, melihat masalah dari berbagai sisi barulah mencari jalan penyelesaiannya. Kalo dikatakan perempuan sangat cengeng dan terkesan lemah, aku piker bukan karena itu. Menangis bukan pada masalah lemah atau tidaknya seseorang. Orang bisa menangis karena bahagia juga karena bersedih, menahan diri dari perasaan yang kita alami dengan beralasan lemah sebenarnya muna’ kenapa harus menyimpan dan berpura-pura dengan kelemahan yang kita punya. Kenapa selalu mau dikatakan ‘hero’ apalagi kalo kita memang tak punya kapasitas untuk itu.
Catatan dari Balocci
Matahari telah lama berpindah ke ruas lain dari bumi azan magrib bahkan telah lama pergi ketika mobi unhas dan sebuah truk tentara bergerak meninggalkan UNHAS, akhirnya aku pergi juga setelah lama berpikir, “pergi ngga ya? “ aku sebenarnya tak punya persiapan banyak, ngga ada ransom , tasku hanya berisi 2 baju ganti dan selebihnya jaket untuk menahan dinginnya Balocci.
Kakak-kakak di pramuka akan menerima tamu racananya menjadi anggota di rumah kami. Telah lama aku tak muncul ditempat itu dan beberapa orang dengan sabar terus mencariku di pers (maafkan aku kalo beberapa minggu ini menghilang, tak ada maksud selain banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan). Waktu dua jam tak terasa, mungkin karena hati sedang riang, akhirnya aku bisa juga heiking lagi, (di acara WWN kemarin aku ngga jadi ikut karena sakit duluan). Betul juga pandangan Heidegger tentang waktu, itu tergantung bagaimana perasaan kita. Lama atau tidaknya tergantung bagaimana melihatnya.
Setelah menyimpan semua barang yang dibawa dalam sebuah gedung tak layak pakai, tak ada pintu dengan lantai yang belum di tegel, penuh dengan debu dan pasir. Cahaya bintang tak mampu menerangi kami apalagi dalam ruangan itu. Lolongan anjing terdengar sangat dekat, mungkin karena kami orang baru di desa ini. Semua peserta di kumpulkan dilapangan, mereka harus bersiap memulai perjalanannya, heiking harus dilalui oleh tamu racana untuk bisa dilantik menjadi anggota, dan bukan hanya itu masih ada dewan kehormatan yang akan memberikan sekian pertanyaan.
Ada 26 peserta 14 putra dan 12 putri, mereka kemudian dibagi menjadi 6 reka (kelompok) tentu saja dipisahkan karena pramuka merupakan satuan terpisah. Tak akan ada yang mendampingi mereka dalam perjalanan, mereka hanya berpedoman pada kompas dengan menggunakan selembar kertas berisi cerita yang akan membawa mereka ke pos-pos dimana beberapa reka kerja dan kakak-kakak purna telah menanti dengan sebuah games.
Heiking kali ini dilakukan dengan metode semi out bond, tidak ada kekerasan atau perintah-perintah tak berguna, sebuah games akan memberi pelajaran baru dan membuat peserta semakin dekat. Ada 5 pos yang harus dilalui, dari hasil rapat reka kerja dengan kakak purna mereka akan menemuiku di pos 5.
Jam 12 satu persatu reka diberangkatkan, semuanya berjalan tenang. Mereka yang menentukan sendiri siapa yang duluan berangkat dengan memecahkan sandi yang diberikan. Reka yang duluan selesai tentu saja duluan diberangkatkan.
Pagi-pagi setelah membantu menyiapkan bubur kacang ijo buat peserta, aku, kak fitri dan kak wana berangkat ke pos 5, kami akan menunggu peserta disana. Gemercik air terdengar, matahari belum menyengat, kami memilih duduk dekat pintu air, menggelar matras yang aku bawa, dan menikmati indahnya pagi. Pegunungan karst menjulang dimana-mana.
“berapa lama gunung-gunung ini akan bertahan, suatu hari ia mungkin akan dihancurkan oleh perusahaan Tonasa, mengolahnya menjadi semen untuk membangun mall-mal yang akan menelan masyarakat miskin, ntahlah….”
Kali ini aku harus merasakan waktu berjalan lambat, bosan juga tak ada kerjaan, belum lagi matahari yang semakin meninggi dan tentu mengeluarkan energi panas. Aku mencari tempat yang baik untuk merendam kakiku, juga mencuci muka yang mulai berkeringat.
Sejam-dua jam, lima jam berlalu tak satupun reka yang muncul, apa mereka kesasar ya…kak lia muncul ntah dari arah mana, aku tak tau arah mata angin ditempat ini, yang jelas kami berada di daerah perkampungan. Kak lia hanya menemukan barang-barang kami, sedang kami bertiga berteduh di pinggir sungai menikmati kupu-kupu yang beterbangan mencari madu.
Kak jun muncul dengan mengendarai motor, ia dari pos 4. karena kepanasan akhirnya kami kembali mencari tempat berteduh, berjalan lebih seratus meter akhirnya mendapat tempat yang teduh kami menyeberangi sungai, tidak terlalu dalam hanya sebatas lutut, jadi peserta bisa berendam setelah semalaman melalui perjalanannya melewati hutan, sawah.
“Siap gerak…’
“Kepada kakak penjaga pos… hormat gerak”
“Lapor…”
Sebuah ritual yang harus mereka lakukan setiap masuk sebuah pos, aku menyerahkan secarik kertas berisi games. Sebuah petunjuk 1 + 1= C untuk memecahkan sandi itu “lilitkan badanmu dan buatlah lingkaran”
“kak gimana mengerjakannya???”
Akhirnya kak jun turun tangan memberi petunjuk lanjut gimana menyelesaikan gemes itu, kami tak hentinya tertawa melihat peserta yang menggunakan segala cara untuk bisa keluar dari lilitan tangan dimana tangan peserta yang satu dengan lainnya saling mengait dan mereka harus melepaskan kaitan itu dan membuat lingkaran tanpa pernah melepaskan pegangan tangannya. Kapan peserta melepaskan tangannya mereka harus mengulang kembali dari awal permainan tadi.
Satu reka basah kuyup, kami pun berbasah-basahan, air yang mengalir membuat kami bermain, berenang, merendam kaki dan akhirnya berbasah-basahan. Pesertanya belum bisa menyelesaikan games itu, sementara beberapa orang telah menggigil kedinginan, dan sakit perut. Mereka diminta untuk istirahat beberapa menit di pinggir sungai, karena takut kalo terus membiarkan mereka dalam air nanti jadi sakit.
“kami telah menerima materi dan siap melanjutkan perjalanan. Laporan selesai”
Aku memberikan petunjuk berikutnya “ular…………………….lari………………..lurus………….ular hitam …………………….tolong……….” petunjuk itu akan membawa mereka hingga base camp.
“Kepada kakak penjaga pos hormat gerak”
“Balik kanan maju jalan…” ritual itu kembali dilaksanakan.
Satu persatu reka masuk ke pos 5, untuk membuat mereka tak menumpuk sekalian saja disuruh mengerjakan gamesnya, siapapun yang cepat menyelesaikan gamesnya bisa melanjutkan perjalanannya.
Ehm….minggu 24 desember peserta telah menjadi bagian dari kami setelah melewati upacara penerimaan anggota gugus depan dan anggota racana. Tak ada lagi tamu, kita telah menyatu, dengan sekian pelajaran yang semoga saja berarti.
Untuk mengisi kekosongan kami ke air terjun untuk mandi, kuat juga pikirku berjalan kurang lebih setengah jam hanya untuk mandi, sementara mata belum pernah terpejam.
Thursday, December 21, 2006
happy mother,s day
selamat ya Bu...
ibu...bundaku
ibu...pertiwi
ibu..guru
buat semua ibu yang telah melahirkan kita,
jasamu tak terhitung dan tak mampu dibalas.
sedikit cerita tentang hari ini
kemarin teman-teman memintaku menulis tentang "ibu" aku tak tau mau menulis apa. apa yang hendak aku ceritakan tentang bunda, pengebdian, tugas mulia, sebuah perjuangan dan doa-doa untuk anak-anaknya.
tak ada tanda mata yang bisa kuberikan hari ini pada bunda, juga tak ada ucapan selamat karena aku tau bunda tak mengenal hari ini selain sebagai hari "jum'at" dimana engkau akan memaksa adikku untuk pergi ke mesjid, juga tetap dengan rutinitas harianmu yang tak jauh berbeda dengan kemarin dan mungkin hari esok.
tak ada ucapan selamat juga kado bunda...
aku tau kado sebanyak apapun tak akan mampu mengganti pengorbananmu padaku.
engkaulah guru dari segala guru, seorang sahabat, tak ada pamrih yang engkau harapkan dari anak-anakmu.
seperti ibu pertiwi yang tak mampu berkata apa-apa ketika anak-anaknya terus menguras isi perutnya, ia hanya bisa bertahan dengan menjaga keseimbangannya, jadi jangan menyalahkan ibu pertiwi ketika gempa, tsunami, atau banjir terjadi itu bukan salahnya, tapi salah anak-anaknya.
aku sangat rindu pada ibu...
HAPPY MOTHER"S DAY
UNTUK IBU dimanapun kau berada
kasih ibu sepanjang masa
Sunday, December 17, 2006
belajar lagi ya....
Aku jadi ingin bertanya pada seorang sahabat "Rian" gimana hubungan kita selama ini. apakah persahabatan itu salah juga dengan ikatan persaudaraan dan apakah ketika engkau telah mempunyai seorang pendamping hubungan kita akan mempunyai jarak dengan sendirinya.
Ada apa dengan pacaran, aku ngga ngerti gimana memaknai pacaran, apakah itu hubungan antara dua pasang manusia dan hubungan yang seperti apa...???Apakah mengikat seperti layaknya perkawinan dan sebuah kesepakatan atau mungkin membangun komitmen. Lantas seperti apa keadilan itu, apakah keadilan yang kita pahami adalah sama-sama merasakan atau seperti apa...??? Aku kira adil itu ketika menempatkan sesuatu pada porsinya, keadilan gender bukan berarti apa yang diterima laki-laki juga harus diterima perempuan.
Menyedihkan untuk mengambil sebuah keputusan yang tak banyak dijalani tau mungkin lari dari kebiasaan, merokok, jadi tukang demo, pacaran dengan sejenis, atau hal-hal yang masih dianggap tabu lainnya. Setiap putusan punya konsekuensi masing-masing. Dan sangat susah untuk mempercayai orang lain, aku jadi teringat pada seorang kakak yang mengatakan jangan mudah percaya pada orang lain.
Aku masih harus belajar banyak tentang hidup yang lebih keras dari yang ada di benakku.
Terima kasih untuk kasih yang tak terucap.
Saturday, December 16, 2006
bingung ,sakit kepala jadinya, trus udah ngga bisa nulis lagi, maunya sendiri............aja. tapi ngga ada teman, apalagi sekarang malam minggu, teman-teman pada keluar ama pacarnya.semoga ketenangan danau akan ikut menenangkanku.
Thursday, December 14, 2006
ketika orang merasa mapan, maka pengetahuan dari sekelilingnya akan menjadi tak berarti dan yang ada menutup diri untuk menerima lingkugan kita.
setiap orang dilahrkan berbeda, tak ada sesuatu yang sama persisi sekalipun itu kembar. maka terimalah perbedaan itu sebagai sebuah kekayaan.
Tuesday, December 12, 2006
maraknya poligami
buat aku poligami adalah sesuati yang mubah, bukan sunnah seperti yang dikatakan sebagian laki-laki. dalil yang ada buat aku sebenarnya menjadi peringatan untuk tak melakukan poligami, karena dikatakan kalo bisa berbuat adil, sedang kalo tidak sebaiknya ngga usah melakukan poligami cukup dengan satu istri. apa mampu memberi keadilan...???
kenapa perempuan sebagian tak membantah ketika suaminya akan berpoligami, ia hanya diam, kenapa karena konstruksi yang dibangun sejak awal atas posisi perempuan sebagai orang kedua dan anggapan seorang istri harus melayani membuat perempuan tak bisa berbicara. superior ini yang membuat suami seenak hati.
perempuan dan laki-laki dilahirkan sama, tak ada pembedaan.
lain kali dilanjutin.............
Thursday, November 23, 2006
????????????????
Aksi 20 november yang menolak kedatangan bush, harus berakhir cepat karena tawuran yang kembali terulang di kampus UNM parangtambung. Sebegitu bobrokkah sebagian mahasiswa yang ada....????hanya tau berkelahi dengan temannya sendiri lantaran persoalan yang sebenarnya bisa dibicarakan dengan kepala dingin, sejauh mana harga diri itu ia pertahankan lantaran karena sebuah pukulan. Apakah hanya itu yang bisa kita pikirkan, kenapa tak ada waktu untuk memikirkan kondisi bangsa yang semakin dizalimi, bukankah itu jauh lebih sakit kebanding sebuah pukulan. ”siri” bagi bugis makassar harus dipertaruhkan sekalipun dengan nyawa, lantas kenapa pelecehan terhadap mahasiswa sedikitpun tak ditanggapi, masih banyak yang harus kita renungkan tak sekedar memikirkan kapan tawuran...
Ketika aksi kemarin hanya ada beberapa mahasiswa yang ikut, dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang sedang tawuran di kampus sana. Bush telah menginjakkan kakinya di negara yang kita cintai, ia adalah penjahat bangsa yang seharusnya kita lawan, bukan malah berkelahi dengan saudara sendiri. Kedatangan bush menorehkan luka yang dalam bagi bumi pertiwi, tidakkah kedatangannya semakin memperburuk kondisi bangsa kita...dengan iming-iming hendak membantu kondisi bangsa yang sedang terpuruk, dengan janji investasi yang akan semakin memperbanyak utang dan bantuan-bantuan yang akan membuat mereka tunduk pada setiap perintah darinya.
Apakah kita tidak sedang terjajah????????
Sepenggal Kisah dari Pattunuang
Awal September, kawan-kawan dari korpala sibuk membuat Baliho, iseng-iseng aku mencari tau kegiatan apa yang akan mereka lakukan, diatara kesibukan warga PKM lainnya dengan rangkaian Dies Natalis ke 50 UNHAS. Caving Clinic yang diadakan bersamaan dengan puncak perayaan dies. Karena kegiatannya untuk umum, aku mendaftarkan diri menjadi salah seorang peserta, tapi belakangan aku tau kalo pesertanya hampir semuanya dari MAPALA kecuali aku dengan Ani dari Pers, tapi itu bukan halangan untuk ikut.
Jumat, 8 september, peserta yang berjumlah 26 orang dari berbagai MAPALA yang ada di makassar dan luar makassar meninggalkan kampus UNHAS dengan menggunakan 3 pete-pete ke kawasan Pattunuang Asue. Indahnya alam disekitar kami membuat perjalanan tak terasa. Berbagai perasaan bercampur baur, untuk pertama kalinya aku akan memasuki gua, yang selama ini aku sering dengar.
Matahari mulai sembunyi di balik gunung-gunung karst, ketika kami sampai di lokasi, rona kemerahan menyembul malu diantara pohon-pohon yang tumbuh menjulang. Lokasinya lumayan terpencil, hanya ada sebuah aliran air yang kecil, beberapa peserta langsung mengambil air minum dari sana. Aku jadi tau aku juga akan melakukan hal yang sama untuk minum. Kami berada di pinggir sebuah tebing, tenda didirikan diantara pohon-pohon kemiri. Cukup bagus untuk melindungi diri dari teriknya mentari kala siang.
Gelap mulai bertandang sayang ia tak bertahan lama, ada rembulan yang bersinar terang dihiasi taburan bintang dengan kemilaunya yang indah. Karena backgroundku bukan dari MAPALA banyak peralatan yang tak aku bawa, carrierku hanya diisi sleeping bag dan pakaian serta sedikit ransum. Panitia jadi satu-satunya harapan untuk numpang tidur, kemungkinan terburuk harus tidur di alam bebas. Salah satu peserta sendirian membangun tendanya, Ani dan Kasuari seorang mahasiswa UNISMUH mendekat setelah sedikit basa basi akhirnya meminta tumpangan untuk kami bertiga juga untuk memasak karena aku tak tau menggunakan kompor lapangan jadilah itu tugas dari Ammar dan Kasuari yang terakhir aku tau bernama HAjar. Selesai mengisi perut, panitia mendatangi tenda-tenda mengundang kami berdiskusi dengan dua orang dosen UNHAS. Sebenarnya sangat malas beranjak dari depan tenda, aku sangat suka tempatnya. Berada di alam terbuka dan menikmati keindahannya.
Dari materi itu aku tau ternyata kawasan pegunungan ini ternyata terdiri dari karst. Sebuah bentukan alam yang didominasi oleh larutan, batu kapur, gypsum dan salt. Kawasan karst Bantimurung Bulusaraung dianggap cukup unik karena terdiri dari tower-tower karts mulai yang kecil hingga tower besar, dan dianggap satu-satunya didunia. Kawasan karst bantimurung bulusaraung mempunyai banyak daya tarik, salah satunya peninggalan prasejarah yang belum terungkap, contoh kecil dapat dilihat pada gua leang-leang, gambar babi, perahu, tapak tangan yang semuanya sangat sederhana.
Banyaknya tanaman endemic yang banyak bermanfaat untuk manusia, diantara 199 pohon oleh Pak Imran (dosen Kehuatanan UNHAS) ditemukan 53 diantaranya berfungsi sebagai tanaman obat. Sayangnya karena tumbuh diatas karst, jadi membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh kembali, maka floranya diaggap tidak dapat diperbaharui. Hubungan antara flora dan fauna di luar gua dengan didalamnya sangat erat, ketika vegetasi diatas karst rusak maka didalam gua itu sendiri akan mengalami kehancuran, karena antara keduanya terdapat hubungan timbal balik.
Peserta dibagi 4 kelompok, yang berjumlah 8-9 orang. Masing-masing kelompok akan melakukan pemetaan. Aku dan kelompokku mendapat gua Tajjuddin. Jam 08.00 pagi kami semua telah siap dengan berbagai peralatan mulai dari rol meter, klinometer, kompas, peralatan SRT, jam tangan, termasuk senter yang wajib bagi tiap peserta. Kenalan dengan anggaota tim dan ternyata sangat kocak kecuali seorang Togar yang tak pernah tertawa, hanya sesungging senyum setiap guyongan dilontarkan Biku . Jarak antara base camp dengan gua cukup jauh, hampir sejam kami berjalan melintasi kebun, jalan raya dan hutan-hutan yang tidak terlalu lebat. Gua tajjuddin adalah salah satu gua horizontal vertical yang terletak di desa Samanggi. Selain melakukan pemetaan kami akan mencari hubungan hidrologi antara gua ini dengan gua saloaja. Dimulut gua kami menemukan aliran sungai pangia yang menghilang, dan dari peta sebuah sungai tiba-tiba muncul dari gua saloaja. Gambaran itu memperkuat kalau ada hubungan antara keduanya. Sebelum masuk ke mulut gua kami menerima materi pengantar tentang Maping dari Kak Halim, menurutku ini tak jauh beda ketika membuat peta pita. Untuk melakukan pemetaan kita harus membentuk stasiun, ada beberapa macam cara menentukan jarak antara stasiun satu dengan yang lainnya dilihat dari titik pandang.
Selain batu-batu sungai juga terdapat banyak ornamen gua yang sangat indah, beberapa flower stone, pilar, gorden, stalagnit, dan stalagtit menghiasi gua. Beberapa puluh meter berjalan kami menemukan sumuran gua dengan kedalaman 21 meter yang untuk turun kebawa harus menggunakan SRT. Aku sangat bersyukur pernah latihan beberapa kali ketika masih SMU. Aku meminta bantuan kak Sri, untuk memasang alat Bantu untuk turun, sangat ribet untukku, mulai dari berbagai macam carabiner, jummer, webbing dan peralatan lain yang tak aku tau namanya. Setelah Rama turun aku menyusul kemudian, tidak terlalu sukar untuk turun, bahkan lebih nyaman ketimbang berjalan, karena kita tak perlu mengeluarkan banyak tenaga. sampai dibawa setelah melepaskan diri dari tali, aku dan rama kembali berjalan dan menemukan ikan endemic gua yang meneurut rama tidak mempunyai mata. Warnanya juga putih karena pigmen kulitnya telah berkurang. Informasi lain yang aku dapat ternyata hampir semua hewan yang menghuni gua tidak mempunyai mata.
Aku dan Rama kembali ke sumuran tadi menunggu teman-teman yang lainnya turun dan melanjutkan perjalanan. Aku mengamati kondisi gua yang sangat kering, kemarau telah menguras air sungai pangia.melihat ke atap gua ada mulut lain, tapi sangat terjal dan susah untuk dilalui. Kami melanjutkan perjalan setelah semunya turun, dan tetap meneruskan pemetaan, berhenti di detiap stasiun untuk mengukur jarak, kemiringan, jarak stasiun dengan dinding kiri, kanan, atas dan bawahnya. Sekian meter berjalan kami kembali menemukan sisi vertical, jaraknya cukup pendek sekitar 5 meter tapi didasarnya sebuah cekukan air yang cukup dalam telah menanti. Jam 13.00 akhirnya kami sampai di ujung gua, yang ada adalah air yang tak mengalir, ada sekian banyak tumpukan kayu dan sampah yang menutup aliran air itu. Kami harus menunggu hingga jam 14.00 untuk menaburkan serbuk gergaji yang telah dibawa. sebenarnya sangat susah untuk mendapatkan serbuk gergaji itu sampai ke teman-teman di gua saloaja selain air yang tak mengalir , tumpukan sampah itu juga akan menghambatnya. Selesai menaburkannya, kami kembali berjalan sebelum cekukan air kami melakukan penghitungan debit air, tapi sangat tidak maksimal karena air yang tergenang jadi sangat susah untuk mendapatkan debit airnya.
Hawa dingin merasuk ke tulang-tulang menemani perjalanan kemulut gua. Lelah, bercampur bahagia melewati perjalanan tadi, dengan pakaian yang kotor dan basah kami kembali ke base camp untuk istirahat, masih ada gua lain yang harus kami masuki esok.
Hari kedua, seperti kemarin kami siap berangkat jam 08.00 pagi, ada dua gua yang harus kami masuki gua ……dan gua saleh. Dua kali melewati jalur yang sama karena kami bingung dengan jalur yang harus dilalui, pencarian jalan yang tak sia-sia, gunung karst yang sangat indah namun sepertinya tak aktif lagi. Bagian gunung yang sangat indah diluar ternyata tak dapat kami nikmati didalamnya, yang ada hanyalah reruntuhan atap gua, teras, jendela tak lagi dapat ditemukan, beberapa ornament bahkan telah patah dan rusak entah oleh perbuatan manusia atau oleh aktivitas alam itu sendiri. Sedih melihat kondisi alam yang semakin hancur, ada berapa orang yang mau peduli dengan kekayaan alam yang kita miliki.
Manusia hanya tau mengambil dan mengambil tanpa berpikir panjang untuk memelihara dan menjaganya, berapa tahun lagi bisa kita nikmati kalau tangan-tangan jahil terus merambahnya. Hutan adalah sumber kehidupan manusia, menyimpan berbagai kekayaan alam termasuk mensuplai air untuk digunakan manusia.
Kali ini perjalanan kami lebih santai dibandingkan hari pertama, karena tak ada lagi materi, tidak ada lagi pemetaan gua. Suasana riang terus menemani, kebersamaan yang tak mungkin bisa hilang begitu saja. Biku dari UIN masih sibuk dengan ngocolnya yang membuat perut kami kesakitan menahan tawa.
Ada dua gua yang kami masuki dengan kelebihan yang berbeda melihat mutiara gua, jendela, air mancur semuanya sangat indah dan membuatku terkagum-kagum akan karya yang tak bisa tertandingi, sayang manusia terlalu serakah dan tidak tau berterima kasih atas semua itu.
Hutan yang kami lewati tak terlalu lebat, sinar mentari menemani perjalanan kami kembali ke base camp dengan sekian cerita yang akan menjadi hadiah buat teman-teman yang ada di Makassar.
Thursday, November 16, 2006
ketika suara kami harus dibungkam
Rentetan masalah yang terus melanda kondisi pergerakan mahasiswa. apakah semangat mulai padam untuk memperjuangkan kebenaran yang kita yakini bersama. dan ketika kita tak lagi punya hak suara, karena hendak dimatikan oleh para pengambil kebijakan yang terhormat.apakah kita hanya akan terdiam dan membiarkannya tetap seperti itu.
Pencarian jati diri apa yang akan dilakukan kalo kita sudah tak lagi mampu mempertahankan keyakinan kita, atau mungkin memang ia telah hilang ditelan jargon-jargon kapitalis....
Perjuangan panjang mahasiswa ketika meruntuhkan orde baru apa mungkin akan menjadi tak berarti. Seperti apa langkah yang harus kita ambil saat ini, apa hanya diammmm melongo dan melihat semua itu dengan mata terbuka....
Dimana sisi kemahasiswaan kita, fungsi kita yang seharusnya ketika melihat kawan-kawan ketua BEM UNM harus diseret ke tahanan dari kampusnya sendiri bahkan dengan tindakan kekerasan, juga bagaimana kawan kita di sospol yang harus di skorsing bahkan ada yang diusulkan DO karena masalah pengkaderannya, atau juga mungkin kita masih ingat bagaimana kawan-kawan kita di Kehutanan yang harus di errorkan nilainya oleh para dosen yang terhormat hanya karena melakukan aksi.
Suara kita mulai dibungkam, kita diharuskan menjadi anak patuh dan hormat...sistem feodalisme sepertinya kembali diterapkan di bangsa ini.
Tak lama lagi kaum kapitalis akan bertepuk tangan dengan riuhnya, ketika melihat kampus juga telah berhasil ia raih, 2010 katanya semua kampus yang ada di Indonesi akan menjadi BHP, jadilah orang yang mengerti dirimu ketika tak bisa lagi kuliah diperguruan tinggi....sa jadi teringat ketika salah seorang dosen mengatakan "tau diriko...kalo memang tidak bisa" apa yang salah dengan keinginan itu.
Pemerintahkah yang harus disalahkan atau siapa....katanya pendidikan itu hak rakyat, lantas dimana letaknya kalo mulai diswastanisasikan.......?????????????????????
Wednesday, November 8, 2006
On Air CAKA FM
lama ngga ngisi blog. "TAKABBALALLAHU MINNA WAMINKUM" mohon maaf lahir batin.
Sunday, October 15, 2006
hero atau pecundang
Ada beberapa mahasiswa yang tinggal di kampus, mulai dari yang hedon menjadikan kampus sebagai tempat mejeng yang menarik, ada banyak orang yang akan melihat penampilan mereka, “pocci-pocci” tetap tak bisa hilang.
Ada juga mahasiswa yang bureng yang menganggap dirinya sebagai mahasiswa yang ideal, rajin masuk kuliah, kumpul tugas, dapat nilai yang baik dan dijadikan teladan para dosen. Sebagian merasa sok hebat dengan menjadi aktivis kampus, disini kemudian terpecah, ada beberapa yang akan menjadikannya batu loncatan untuk karier politik mereka. Mengandalkan nama organisasi dan kemudian lupa pada apa yang pernah dipegangnya ketika masih menjadi mahasiswa. Aku jadi teringat dengan tulisannya Gie yang ditinggalkan teman-temannya dan mendapat jabatan di dewan, semoga aku yang salah tanggap dengan hal ini, aktivis mahasiswa yang ada sekarang masih murni pada garis perjuangan. Aku juga pernah mendapatkan tokoh yang elalu muncul sebagai hero, menurutku ia selalu mencari bagaimana memperlihatkan taringnya,...he...seorang pahlawan tak pernah mengatakan kalo ia seorang pahlawan.
Adalagi cerita tentang organda yang banyak dijadikan batu loncatan untuk mendapat link dengan petinggi-petinggi pemerintahan. untuk apa...?apa agar bisa mendapat jabatan penting nantinya. pengkhianatan terbesar untuk organisasi ketika hal itu menjadi pilihan, dan bahkan untuk semuanya. yang ada adalah rasa sakit...dimana diskusi-diskusi tentang kemahasiswaan yang dilakukan selama ini. kegilaan akan jabatan membuatnya buta.
Sebelum organisasi itu terbentuk, kami sibuk dengan diskusi akan dibawa kemana organisasi itu nantinya. dengan semangat yang membara aku sepakat untuk ikut membangun organisasi itu. dengan harapan aku bisa memberikan sesuatu untuk tanah kelahiranku. terakhir aku hubungi ia hanya mengatakan rela LPJnya tidak diterima asal hubungannya dengan stakeholder berjalan lancar.
status mahasiswa bukan untuk dipermainkan begitu saja, ada amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
selamat jalan
(kelinci kecil)
Tak ada lagi teman kecil yang suka mengganggu ketika kami makan,
keluarga kecil yang kini telah pergi meninggalkan kami.
Sedih…tentu saja, dimanapun perpisahan adalah hal yang sangat menyakitkan.
Kemarin malam sebelum kepergiaanya kami masih sempat bermain di PKM.
Karena tak ada kerjaan dan Pers yang lagi sepi, jadinya aku, ilda dan ia keluar menghirup udara luar yang dingin. Tubuhnya yang putih bersih tak telah berubah, PKM lagi miiskin air…jadi wajar kalo beberapa hari ini ia tak pernah mandi.
Kulit putih yang bercampur debu. Sangat manis melihatnya bermain dengan kucing kecil temannya. Heran sekali…ia bisa bersahabat dengan kucing itu, sementara aku tetap takut pada bulu kucing.
Ia dengan bebas berlari dan melompat, sesekali mendekat di tangga. Aku tahu ia ingin turun kehalaman, tapi takut turun tangga. Kali ini ia tak selincah tadi, takut jatuh membuatnya berjalan merangkak, mendekati tangga.
Kini ia tak ada lagi, hari ini tak ada senyum dari wajah sang pemilik, sebuah tulisan di terror tentang kepedihan menyadarkanku betapa ilda sangat menyayangi sahabat kecilnya. Aku tau ilda sangat menyayanginya. Ia memang sangat lucu, bukan hanya buat kami anak pers, tapi ia juga sering bermain dengan beberapa anak UKM lain.
Selamat jalan putih…aku lebih suka memanggilnya putih, sementara yang lain memanggilnya “lebu” karena tubuhnya yang bulat. Tak lagi ada teman bermain, ia kini telah terbaring damai di belakang PKM 2.
Selamat jalan kawan, masih kuingat ketika penghuni UKPM mengajarimu tentang hidup, mengajakmu diskusi, walau itu adalah ceramah tak berguna…karena kami tau engkau tak akan mengerti.
Untuk saudaraku..perpisahan mengajarkan kita akan tidak kekalnya dunia. Hidup sangatlah singkat, lahir…hidup dan mati. Hal yang samapun akan kita jalani bila tiba waktunya nanti.
Ganti mendung di wajahmu, matahari masih bersinar esok kawan.
Saturday, October 14, 2006
orang miskin dilarang...
"Jadi orang miskin harus tau diri...Aku tak akan lupa perkataan seseorang yang buatku terpelajar. Aku medengarnya ketika suatu hari bertandang kerumahnya, ia marah pada pembantunya. Ntah apa sebabnya, mungkin saja karena lamban mengerjakan pekerjaannya. Tapi apa yang salah...
Orang miskin dilarang sekolah...
Apakah aku juga harus tau diri untuk tak menikmati bangku perguruan tinggi yang kata mereka sangat hebat. Itu salah besar, seperti apa
yang dikatakan seseorang yang menganggapku pembangkang. Aku tak boleh sekolah, aku harusnya tinggal di rumah dan menjadi anak yang baik dan penurut.
Tak ada yang berhak melarangku sekolah. Apalagi seseorang yang tak punya hak atas diriku. Aku yang berkuasa atas diriku, tidak ia atau siapapun. Heran juga...bundaku saja tak melarangku, hanya memberiku syarat untuk mandiri. Aku sadar sepenuhnya, orang tuaku tak akan mampu membayar uang kuliah dan biaya hidupku. Tapi aku yakin aku akan punya jalan untuk itu. Aku ingin siapapun tau, bahwa sekolah, sehat itu bukan hanya hak sekelompok orang, wlau aku sadar sepenuhnya, bentukan media tentang pergaulan, perguruan tinggi yang dibuat semewah mungkin untuk pemilik modal atau rumah sakit yang juga tak mau kalah membuat kaum miskin tak berani menginjakknya, bahkan berpikiran kesanapun tidak.
Menurut birokrat UNHAS ketika wawancara tentang BHP siapapun berhak kuliah di UNHAS, kalo ia orang tak mampu tapi pintar, ia bisa kuliah dengan adanya subsidi silang. Pertanyaan yang muncul dikepalaku, seberapa besar kaum miskin yang bisa memperlihatkan kepintarannya. Bagaimana bisa mereka melalui jenjang pendidikan itu ketika semua tak berpihak padanya. Biaya sekolah yang semakin membumbung tinggi, tak kalah bedanya dengan harga sembako dan bahkan lebih tak bisa dijangkau. Bagaimana mereka mau serius belajar sedang perut melilit minta diisi, atau ketika ikebutuhan lainnya lebih mendesak, tak ada buku, listrik, rumah....tinggal dijalanan.
Tak semua anak jalanan nakal, dan aku yakin mereka jauh lebih kuat, lebih pintar dibanding anaik-anak mall yang hedon dan katanya gaul. Miskin membuat kita lebih survive, hidup seadanya, bahkan tanpa makanan.
Keheranan terus ada dibenakku, kenapa citra harus selalu dilihat dari penampilan fisik, tidakkah penampilan fisik seorang wanita lebih menarik perhatian lelaki hidung belang, lantas wajah Universitas yang semakin menterang akan dilihat oleh siapa... masyarakat miskin di Indonesia jauh lebih banyak kebanding yang kaya, lantas apa universitas ini dibuat untuk mereka. Siapa yang mau mendekat, ketika melihat penampilan yang justru membuat kita ketakutan, karena disana ada sekat yang sangat tebal. Ada wajah-wjah menyeramkan yang siap menelan kita. Tak ada keramahan, yang ada kepahitan hidup ketika semua harus dinilai dengan uang.
Uang bukan segalanya, kecantikan luar bahkan tak ada artinya, semua itu untuk apa, kalo generasi penerus bangsa ini tak lagi bisa bermain dirumahnya sendiri. Mereka harus menjadi anak tiri yang patuh dan tersakiti.
Orang miskin dilarang sakit...
Jangan pernah sakit karena engkau akan memperparah penyakitmu di rumah sakit. Subsidi BBM yang diagung-agungkan akan membantu orangmiskin toh tak punya pengaruh yang besar, berapa banyak masyarakat miskin yang menerima bantuan subsidi itu, seberapa banyak anak sekolah yang harus berhenti karena tak lagi mampu menahan ongkos transport, beli buku, bayar SPP dan hal lain. Beasiswa yang diberikan tak akan mencukupi. Itu tak berarti apa-apa dibandingkan kebutuhan yang terlalu banyak. Ketika aku sakit dan ke puskesmas untuk berobat, aku harus tahan dengan muka judes dari orang puskesmas, atau ketika aku jalan-jalan kerumah sakit dan melihat pengguna JPS yang harus tersiksa mengurus sana-sini untuk bisa mendapat pelayanan, tapi apa yang mereka dapatkan tak sama dengan pasien umum.
Dosenku pernah mengatakan yang beda adalah fasilitas pelengkap yang diberikan, tapi toh kenyataan yang harus diterima dilapangan tak sama.
Aku teringat ketika ayahanda tercinta ketika sakit, keluargaku yang kebetulan dokter malah mencibir dan menertawai kami. Hingga akhirnya aku harus kehilangan seorang sosok ayah.
Aku kadang berpikir dimana rasa kemanusiaan yang mereka miliki, rumah sakit mempunyai tugas sosial untuk semua kalangan, tapi yang sekarang mulai dikotak-kotakkan, hanya untuk segelintir orang, dan hanya untuk oranmg-orang berduit. Kemarin Pak Kausan selama beberapa hari harus terbaring di UGD hanya karena belum mebayar 2,5 juta untuk sepotong besi yang ada di rahangnya. Lantas pemerintah kemana...ternyata tak semua biaya rumah sakit dibebaskan, tak semua obat bisa digratiskan.
Makanya jadi orang miskin harus bisa jaga diri jangan sakit dan jangan berani memdekati sekolah karena ia akan menghabisimu...........................